Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Pengidap Kanker Payudara Usianya Kini Makin Muda, Ini Penyebabnya

Senin, 22 Oct 2018 09:03 | editor : I Putu Suyatra

Pengidap Kanker Payudara Usianya Kini Makin Muda, Ini Penyebabnya

KAMPANYE: Bali Pink Ribbon 5 KM fun walk and run digelar di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Minggu (21/1). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, NUSA DUA - Jika dua dekade lalu, penderita kaker payudara didominasi oleh wanita di atas umur 50 tahun, namun saat ini, pengidap kanker payudara  sudah megarah ke umur lebih muda,  yaitu umur 15-35 tahun.

Dari data Bali Pink Ribbon, penyebab kanker di usia muda ini cukup beragam, mulai dari perubahann gaya hidup dan pola konsumsi makanan. Selain itu,  pada 10 tahun yang lalu di Bali kesadaran masyarakatnya akan penyakit kanker payudara masih rendah.

Pengagas Pink Ribbon,  Gaye Warren mengatakan dari data yang diperoleh dari riumah sakit di Bali,  70 persen pasien kanker yang datang dan ditangani oleh rumah sakit sudah memasuki stadium IV.  "Sehingga upaya penyembuhan total untuk pasien ini sngat sulit,  hal inilah yang menyebabkan angka kematian akibat kanker ini sangat tinggi," jelasnya Minggu (21/10) di Nusa Dua.

Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kanker payudara ini,  disebabkan belum adanya program dari pemerintah untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara ini. Sehingga bnyak kaum wanita belum mendapat informasi mengenai cara mendeteksi kanker payudara, meskioun dengan cara sederhana.

Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker payudara,  Pink Rebbon menggelar beragam upaya,  mulai dari seminar hingga sosialisasi ke desa-desa.  Salah satu bentuk kampanye yang dilakukan adalah Bali Pink Ribbon 5 KM fun walk and run di Pulau Peninsula.

Kampanye dalam bentuk fun run ini dilanjutkan Warren merupakan salah satu upaya penggalangan dana yang dilkukan Pink Ribbon mendukung program edukasi kanker payudara bagi kaum wanita di Bali.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini menjadi sukarelawan untuk memberikan sumbangan guna membantu menyelamatkan nyawa dan memberikan dukungan edukasi maupun kesehatan bagi penderita kanker payu darah di Bali. "Keuntungan dari kegiatan ini disumbangkan untuk para penderita kanker payudara yang ada di Bali," tambahnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia