Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Totok Toxin Tambusai Wan, Obati Stroke Menahun

Senin, 22 Oct 2018 09:13 | editor : I Putu Suyatra

Totok Toxin Tambusai Wan, Obati Stroke Menahun

TOTOK: Tambusai Wan (kiri), manfaatkan Pameran Keris untuk ajang pengenalan pengobatan Totok Toxin. Sebelum melaksanakan Totok Toxin, pasien dicek masalah penyumbatan darah agar bisa menanganinya lebih akurat. (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Usada atau pengobatan tradisonal dengan berbagai metode  terus berkembang. Salah satu cara pengobatan yang cukup unik adalah Totok Toxin yang digunakan oleh Tambusai Wan. Seperti apa metodenya?

Metode Totok Toxin atau totok darah kotor merupakan  pengobatan yang terfokus untuk memperlancar aliran darah yang menggumpal atau yang membeku dengan cara membuang darah kotor lewat saluran vena. "Totok darah kotor atau disebut juga Al Fasdhu ini menggunakan alat berupa pisau kecil sebagai prasarana ketika mengeluarkan darah kotor,"  papar praktisi sekaligus Tabib Totok Toxin, Tambusai Wan, saat Pameran Keris yang dihelat Pemkot Denpasar di Lapangan Puputan, akhir pekan kemarin di Denpasar. Sekadar informasi, untuk hari-hari biasa, Tambusai Wan membuka praktik di daerah Banjar Jaya Ketewel, Gianyar.

Dikatakan Tembusai Wan, metode pengobatan ini, dilakukan dengan cara mencari dulu titik – titik akupuntur yang bermasalah. Karena setiap penyakit pasti ada penyebabnya. "Kalau orang stroke misalnya, ada beberapa titik peredaran darahnya yang tersumbat atau adanya darah yang menggumpal, makanya beberapa saraf atau fungsi organ tidak berjalan sebagaimana mestinya,” terangnya.

Metode ini umumnya digunakan untuk menyembuhkan penyakit stroke menahun, rematik, penyakit  jantung, diabetes, dan asam urat.  “Memang metode ini menggunakan alat bantu berupa jarum kecil. Namun, jarum yang digunakan bukan jarum sembarangan. Jarum  khusus yang harus disterilkan dahulu sebelum digunakan. Jadi jangan khawatir,” terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).


Ketika ditanya apa bedanya pengobatan Totok Toxin ala Tambusai Wan dengan pengobatan Totok lainya? Cicit dari pahlawan Nasional Tuanku Tambusai ini menjelaskan, semua metode penyembuhan umumnya hampir serupa, namun yang membedakan adalah energi sang penyembuh dan cara pengaplikasiannya. “Meski metodenya dibuat serupa, misalnya tabib A dan B mengklaim sama – sama dapat mengobati dengan metode totok. Tapi, hasilnya pasti berbeda,  karena energi masing – masing orang berbeda. Selain itu, cara pengaplikasian metodenya juga berbeda, walaupun judulnya sama,” terangnya.

Metode ini dimulai dengan mengecek seluruh peredaran darah lewat titik – titik akupuntur. Jika

penyumbatan darah telah ditemukan, maka tabib akan segera menyiapkan perlengkapan pendukung. “Kami observasi dulu pasiennya, masalahnya dimana. Bisa saja pasien merasa sakit kepala menahun, tapi ternyata masalahnya bukan di kepala, tapi ada penyumbatan darah di bagian leher belakang. Setelah observasi, kami mulai melakukan sterilisasi peralatan seperti jarum dan peralatan lainnya,” jelasnya.

Setelah proses steril selesai, maka metode penyembuhan pun dilakukan, yakni mulai mengeluarkan sedikit darah di area yang bermasalah. “Jadi, area yang dikeluarkan darah adalah saluran vena yang tersumbat. Darah kotor yang keluar bukan darah yang telah disaring oleh jantung. Darah yang telah disaring jantung adalah darah bersih, itu berbeda,” terangnya.  Laki – laki  berperawakan tegap ini menjelaskan, metode Totok Toxin dan Bekam hampir serupa. “Sama seperti Totok Toxin, metode Bekam juga mengeluarkan darah kotor, bedanya cuma di alatnya saja,” tandasnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia