Selasa, 21 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Gadget dan Anak di Zaman “Now”, Ini Pesan Selly Mantra

22 Oktober 2018, 10: 25: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Gadget dan Anak di Zaman “Now”, Ini Pesan Selly Mantra

PEMAPARAN: Ketua TP PKK Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra saat memaparkan program inovasi pemanfaatan waktu luang dalam seminar yang digelar PS. Sarjana Psikologi FK Unud, Minggu (21/10) (HUMAS PEMKOT DENPASAR FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kekhawatiran para orang tua saat ini terhadap dampak ketagihan penggunaan gadget dikalangan anak-anak dilakukan pembahasan bersama dalam seminar Kecanduan Gadget (gawai) pada anak yang digelar PS. Sarjana Psikologi FK Unud, Minggu (21/10). Seminar ini mengundang Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Denpasar, Ny. Selly Dharmwijaya Mantra sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Makalah Gadget dan Anak di Zaman Now dibawa Ny. Selly dengan langkah program inovatif bekerjasama dengan para OPD Pemkot Denpasar. Program ini meliputi pemenuhan kebutuhan hak-hak anak di Kota Denpasar yang tak terlepas dari program kota layak anak Denpasar. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PS. Sarjana Psikologi FK Unud yang telah melibatkan kami dalam kegiatan bertukar pikiran bersama dalam mengurangi dampak Gadget dan anak di Zaman Now,” ujar Selly.  

Lanjutnya, perbedaan anak-anak pada zaman dahulu dan saat ini dalam berinteraksi. Anak-anak zaman dahulu lebih berinteraksi lewat permainan tradisional seperti main dengkleng, bola bekel, main karet hingga metajog. “Sekarang anak-anak biasa memainkan gadget 99 persen dirumah, 71 persen saat bepergian, 70 persen saat di rumah makan, 40 persen saat di rumah teman, dan 71 persen sekolah,” ungkapnya.

Penggunaan gadget ini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif diantaranya anak pintar memilih informasi, dan dampak negatif antara lain resiko terkena radiasi. Sehingga pihaknya bersama OPD Pemkot Denpasar telah melakukan langkah untuk mengurangi penggunaan gadget di kalangan anak-anak. Di samping peran besar dari para orang tua untuk memberikan pendampingan, tentukan waktu onlien bersama, hingga tekankan pentingnya bersosialisasi.

Pemenuhan kebutuhan hak anak di Kota Denpasar dilakukan dengan melibatkan mereka dalam kegiatan seperti mengisi liburan sekolah secara kreatif. Meliputi kegiatan Supercamp, Rare Bali Festival, Festival Carik, Bimbingan Teknis Penyiaran Radio, Pelatihan Photography, Denpasar Festival, hingga memberikan setiap ruang kreatif pada ruang publik yang ada di Kota Denpasar. Disamping itu pihaknya juga bersinergi dengan OPD untuk mewujudkan mobil konseling keluarga Kota Denpasar.

“Semoga pertemuan dari seminar ini dapat bersama-sama untuk kita melakukan langkah-langkah inovatif mengurangi dampak dari penggunaan gadget pada anak,” imbuh Selly.  

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia