Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

EDAN! Tipu 15 Ribu Nasabah, Bekas Ketua LPD Kapal Beli Banyak Aset

23 Oktober 2018, 19: 58: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

EDAN! Tipu 15 Ribu Nasabah, Bekas Ketua LPD Kapal Beli Banyak Aset

TERSANGKA: Ketua LPD Desa Adat Kapal, I Made Ladra (oranye) saat ditunjukkan di Polda Bali, Selasa (23/10). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Bekas Ketua LPD Desa Adat Kapal, I Made Ladra, 52, akhirnya dijemput paksa atau ditangkap pada Senin sore (22/10) di rumahnya Banjar Tegalsaat, Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung. Itu dilakukan karena Ladra beberapa kali tidak memenuhi panggilan yang dilayangkan pihak Ditreskrimsus Polda Bali. Tersangka dijadikan tersangka menggelapkan dana 15 ribu nasabah LPD dengan kerugian lebih dari Rp 15,35 miliar. Hasil korupsinya tersebut kenudian dirupakan aset bernilai lebih dari Rp 7 miliar berupa deposito, buku tabungan, bangunan, perumahan BTN, tanah kosong, sawah, dan penginapan yang tersebar di wilayah Badung dan Tabanan.

Dari informasi yang dihimpun sejak kasusnya dilaporkan pada tahun 2017 lalu oleh beberapa nasabah yang tidak bisa mengambil uangnya. Dan dari hasil penyelidikan dan penyidikan lebih dari setahun lamanya serta pemeriksaan lebih dari 60 saksi, akhirnya Made Ladra ditetapkan menjadi tersangka. Sayangnya dalam beberapa kali pemanggilan, tersangka tidak juga kooperatif memenuhi panggilan tersebut. Hingga akhirnya dijemput paksa oleh petugas Reskrimsus Polda Bali dirumahnya sore hari.

Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddy Setiawan menjelaskan bahwa kasus tersebut kini sudah dinyatakan lengkap penyidikannya atau P21. Tersangka akan segera dilimpahkan tahap kedua kejaksaan.

"Modus dari tersangka ini adalah membuat pinjaman fiktif dan membuat tabungan fiktif sistem keuangan LPD Kapal. Atau melunasi pinjaman pribadi keluarganya dengan menggunakan uang fiktif. Dan melunasi pinjaman yang dibuat olehnya yang berasal dari penggelapan dana oleh kolektor. Dan menggelapkan gaji karyawan, menggelapkan uang debitur atau menggelapkan kredit dan menarik uang tabungan nasabah," paparnya, Selasa (23/10).

Tersangka diamncam dengan hukuman 20 tahun penjara dengan sangkaan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3, atau pasal 8 juncto pasal 18 ayat (1) UU RI nomor 31 tahun 1999. Sebagaimana telah dirubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) KUHP dan atau pasal 3 juncto pasal 77, pasal 78 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

"Tersangka ini menggunakan kewenangannya untuk memperkaya diri sendiri dengan cara tadi," tuturnya.

Kemudian ditambahkan oleh Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati bahwa tersangka juga dijerat kasus pencucian uang. Sebagaimana dari hasil penyidikan yang dilakukannya, uang tersebut di alih rupakan menjadi aset tidak bergerak diantaranya bangunan mewah, tanah dan sawah.

"Tim penyidik sudah melakukan penyitaan beberapa aset yang diduga hasil kejahatan milik tersangka sendiri. Aset ataupun bukti - bukti tidak bergerak berupa tanah, bangunan dan sebagainya ini sudah semua dilakukan pemasangan plang sesuai prosedur dan ketentuan bahwa barang ini adalah sitaan Polda Bali," ungkapnya.

Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan kasus ini. Karena kegiatan korupsi ini pasti dilakukan berjamaah. Sehingga pihak kepolisian Polda Bali terus menggali pihak yang akan terjerat Pasal 55 alias turut serta dalam melaksanakan kejahatan.

"Sekarang hari kedua penahanan dan akan kami lakukan penahanan selama 20 hari. Kewenangan penyidik ini karena adanya kekawatiran tersangka mengulangi perbuatan, melarikan diri atau merusak barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana," jelasnya.

Selama hampir 20 tahun menjabat, LPD yang dipimpin tersangka sempat mengalami perkembangan yang bagus dan sehat. Namun pada akhir - akhir ini terjadi hal yang tidak beres. Para nasabah dikatakannya tidak bisa menarik dananya sendiri, lantaran dana di LPD tersebut kosong melompong. Baik nasabah dalam satu desa adat maupun luar desa adat.

Kasus LPD Desa ADat Kapal Kapal

Tersangka             : I Made Ladra

Usia                      : 52

Alamat                 : Banjar Tegalsaat, Kelurahan Kapal, Mengwi

Jabatan                 : Kepala LPD Desa Adat Kapal sejak tahun 2000-2017

Hasil Korupsi Menjadi Berbagai Aset:

- Buku tabungan

- Deposito

- Asuransi

- Serifikat debitur tanah sawah seluas 7000 dan 1500 meter persegi di daerah Kapal

- Sertifikat bangunan BTN seluas 600 meter persegi di Sempidi

- Sawah seluas 550 meter persegi di Kapal

- Sertifikat tanah seluas 200 meter persegi di Pangkung Karung Tabanan

- Sawah seluas 5000 meter persegi di Mengwi

- Sawah seluas 500 meter persegi di Kapal

- Sawah seluas 550 meter persegi di Mengwi

- Sawah seluas 420 meter persegi di Kapal

- Tanah dan bangunan seluas 150 meter persegi di Cepaka Kediri, Tabanan

- Perumahan seluas 670 meter persegi di Banjar Anyar Kediri, Tabanan

- Perumahan seluas 1000 meter persegi di Banjar Anyar Kediri, Tabanan

- Bangunan rumah tempat tinggal yang bersertifikat milik dan dikuasi seluas 285 meter persegi di Kapal Mengwi

(bx/afi/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia