Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Baru Seminggu Nikah, Pria 19 Tahun Masuk Bui, Ini Gara-garanya

Selasa, 23 Oct 2018 21:05 | editor : I Putu Suyatra

Baru Seminggu Nikah, Pria 19 Tahun Masuk Bui, Ini Gara-garanya

MENYESAL: Pelaku Musab saat diinterogasi penyidik Mapolsek Sukasada Senin (22/10) setelah menganiaya korban Zakariyah. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Saidini Musab, 19 harus berurusan dengan hukum. Lelaki asal Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, ini dipolisikan lantaran melakukan penganiayaan pada Minggu (21/10) kemarin. Akibatnya, Musab yang baru seminggu berumah tangga terpaksa mendekam di balik jeruji.

Korban yang dianiaya Musab bernama Zakariyah, 28. Korban merupakan paman dari istrinya sendiri. Musab kesal kepada korban lantaran pernikahannya seminggu lalu tak direstui oleh korban.  

Pelaku memukul korban dengan sebilah kayu dengan panjang kurang lebih 60 sentimeter. Kontan saja korban Zakariyah mengalami patah tulang bagian kaki kiri, serta memar bagian kepala. Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng.

Kepada penyidik Polsek Sukasada, pelaku Saidini mengaku nekat menikahi keponakan korban yang diketahui bernama Nur Apniyatul Janah, 18. Pasalnya Zakariyah tak merestui hubungan keduanya, lantaran sang keponakan masih terlalu muda. 

"Memang saya pacaran sama keponakannya (korban, Red) hanya satu hari satu malam. Malam kenalan di HP, pagi langsung saya ajak nikah. Namanya juga jodoh. Itu semua sudah Tuhan yang atur. Pas saya menikah itu lah, korban langsung marah-marah," tutur Musab saat ditemui di Mapolsek Sukasada, Senin (22/10) siang.

Waktu pun berlalu. Seminggu kemudian setelah menikah, Musab mengaku kerap dimarahi oleh Zakariyah. Hingga puncaknya terjadi pada Minggu (21/10) malam. Kala itu pelaku Musab hendak pulang ke rumah mertuanya, dengan melewati rumah milik korban Zakariyah. Saat pelaku lewat itu lah, korban langsung memanggilnya dan mengancam hendak membunuh dirinya.

Namun, pelaku mengaku tak meladeni ocehan korban lantaran tak ingin mencari keributan. Ia tetap berjalan menuju ke rumah sang mertua. Namun dari pengakuannya, korban Zakariyah mengikutinya dari arah belakang. Hingga tiba di rumah sang mertua, korban Zakariyah kembali mengancam hendak membunuh pelaku Saidini.

"Dia datang membawa suatu benda, saya tidak tau itu benda apa karena situasinya gelap. Benda itu dipukulkan ke saya, tapi saya berhasil menghindar. Saya melihat ada kayu bakar, ya langsung saya ambil dan saya pukulkan ke dia. Saya lawan, daripada saya mati. Saya pukul satu kali dibagian kakinya, dan satu kali di bagian kepalanya. Dia langsung terkapar," ungkapnya.

 Atas kasus ini, Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Landung mengatakan, mengaku sedang mendalami kasus penganiayaan tersebut. Pasalnya  keterangan yang diterima mash sepihak dari pelaku Sadini. "Kami belum ambil keterangan dari korban dan saksi-saksi. Yang jelas tetap kami proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," terang Kompol Landung.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia