Senin, 20 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pasien Dipingpong, Suwirta Protes, Datangi Kantor BPJS

25 Oktober 2018, 09: 32: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pasien Dipingpong, Suwirta Protes, Datangi Kantor BPJS

PROTES: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kanan) protes langsung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Klungkung kemarin (24/10). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Rujukan berjenjang sistem online yang diterapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menjadi pergunjingan di Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendapat informasi salah satu pasien asal Klungkung dirujuk dengan mekanisme mencurigakan.

Meski tak menyebut nama pasien serta penyakit yang dideritanya, Suwirta merinci pasien tersebut dipingpong, awalnya dirujuk dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke salah satu rumah sakit swasta tipe C  di Klungkung. Oleh rumah sakit tersebut, pasien malah dirujuk lagi ke salah satu rumah sakit swasta tipe C di Gianyar.  Ditengarai tidak bisa ditangani di sana, pasien itu kembali dirujuk ke RSUD Klungkung yang merupakan rumah sakit tipe B. Atas persoalan itu, Suwirta langsung datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Rabu (24/10) kemarin. “Jangan salahkan saya curiga ada permainan di rumah sakit swasta,” ujar Suwirta di Kantor BPJS Kesehatan yang diterima Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak.

Persoalan lain dibeber Suwirta, ada pasien dari Nusa Penida yang menderita stroke sudah ditunggu  mobil ambulan Dinas Kesehatan Klungkung di pelabuhan tradisional Kampung Kusamba, malah dirujuk ke rumah sakit swasta tipe  C. Padahal, pihak keluarga ingin pasien itu mendapat penanganan medis di RSUD Klungkung. Begitu juga salah  seorang pasien prostat yang dirujuk ke rumah sakit swasta membayar biaya tambahan Rp 6,5 juta. “Khawatirnya, pasien sudah membayar, (rumah sakit) klaim lagi ke BPJS. Masyarakat semakin terbebani,” ungkap Suwirta yang saat datang ke Kantor BPJS Kesehatan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Made Adi Swapatni dan Direktur RSUD Klungkung I Nyoman Kesuma. Pihaknya meminta BPJS mencatat, lalu menindaklanjuti semua keluhan itu.  BPJS Kesehatan Cabang Klungkung diharapkan berani berkacak-pinggang di pusat, membeber persolan di masyarakat. “Saya minta aplikasi itu dievaluasi. Itu bukan bikinan Tuhan. Saat muncul keluhan, catat, tindaklanjuti,” tegas Bupati asal Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung itu.

Menanggapi keluhan Suwirta, Endang Triana mengakui banyak keluhan pascaditerapkan sistem rujukan berjenjang online itu.  Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan maping (pemetaan) ulang rujukan itu. Tidak menutup kemungkinan, rujukan akan mempertimbangkan jarak pasien dengan rumah sakit, tapi tetap berjenjang. Pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak bisa langsung dirujuk ke tipe B. Terlebih dulu harus dirujuk ke tipe C.

Terkait pasien yang sudah dirujuk ke rumah sakit tipe C, lagi dibawa ke rumah sakit dengan tipe yang sama di Gianyar, diakui Endang merupakan pemahaman yang salah dari rumah sakit bersangkutan. Seharusnya dirujuk ke rumah sakit tipe lebih tinggi. “Ini kami catat fasilitas kesehatan bersangkutan,” tegas Endang. Tidak menutup kemungkinan akan melakukan investigasi, lanjut klarifikasi. Kalau ternyata ada pelanggaran,  bisa dijatuhkan sanksi. Namun, sebelum sampai ke sangksi , mesti ada mekanisme, seperti surat peringatan pertama, kedua dan ketiga. Seperti diketahui, Suwirta tak hanya protes ke BPJS Kesehatan Cabang Klungkung. Suwirta juga sudah bersurat ke Presiden Joko Widodo, agar sistem rujukan berjenjang online itu segera dievaluasi.  

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia