Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Hamil Tua, Pemilik Kokain Divonis 4 Tahun, Ingin Rawat Bayi di Penjara

25 Oktober 2018, 09: 55: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Hamil Tua, Pemilik Kokain Divonis 4 Tahun, Ingin Rawat Bayi di Penjara

MENERIMA: Terdakwa kasus kepemilikan kokain yang sedang hamil tua, Bena Livia Magusta, usai menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Denpasar, kemarin (24/10). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kemarin (24/10) akhirnya mengganjar Bena Livia Magusta,21, dengan hukuman selama empat tahun karena menguasai empat paket kokain.

Bena yang sedang hamil tua, bahkan mungkin sebentar lagi akan melahirkan,
terlihat pasrah dan memilih menerima putusan yang lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa itu.

Respon Bena itu ditunjukkan dengan anggukan kepalanya berulang kali saat pimpinan sidang, Hakim I Wayan Kawisada, menanyakan sikapnya atas putusan tersebut. Dan sikap itu dipertegas melalui kuasa hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar, Catherine Vania.

Dalam amar putusannya, hakim menilai terdakwa terbukti melakukan tindak pidana narkotika. Yakni menguasai kokain sebanyak empat paket dengan berat keseluruhan 2,98 gram.

Perbuatan Bena itu sesuai Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang diterapkan dalam dakwaan kedua dari penuntut umum.
Selain hukuman penjara, hakim juga menetapkan pidana denda sebesar Rp 800 juta bagi Bena. "Dengan ketentuan bila denda tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan selama dua bulan," tegas hakim.

Sikap yang sama atas putusan majelis hakim itu juga disampaikan pihak penuntut umum yang diwakili Jaksa Cokorda Intan Merlany Dewie. Kendati dalam tuntutannya, pihak jaksa menuntut agar Bena dijatuhi pidana penjara selama enam tahun.

"Tadi kami menerima. Selain (putusan) masih dua pertiga, kita lihat kondisinya (terdakwa) yang sebentar lagi mau melahirkan. Apalagi yang bersangkutan sudah pipis-pipis terus," tukas Cok Intan usai mengantar terdakwa ke ruang tahanan sementara.
Usai mengikuti sidang putusan, Bena berusaha untuk tegar. Bahkan, kerabat laki-lakinya yang mendampingi dia saat keluar dari ruang sidang berulang kali memeluknya sambil memberi motivasi. "Yang tegar. Ikhlaskan," demikian kata-kata yang sepintas terdengar.

Pun demikian dikatakan ibunda Bena yang jauh-jauh datang dari Sulawesi. Dia mengaku mengikhlaskan kejadian yang menimpa anak keduanya tersebut. "Kami ikhlaskan," katanya. Siapa yang akan merawat calon anak Bena nanti? Ibunda Bena mengaku bahwa Bena sendiri yang akan merawatnya langsung. "Bena yang minta. Bena yang akan merawatnya sendiri. Agar ada kesibukannya nanti saat di dalam (lapas)," kata ibunda Bena.

Meski berat, sambung ibunda Bena, keluarga menerima dengan ikhlas peristiwa yang sedang dihadapi Bena. Apalagi, Bena harus melahirkan seorang anak tanpa ayah. "Pacarnya tidak bertanggung jawab. Selain itu, lakinya itu sudah beristri. Kami pikir, mungkin ini yang terbaik, daripada Bena nanti dikatakan merusak rumah tangga orang lain," kata ibunda Bena. Sebagaimana dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa, Bena ditangkap di kosnya di jalan Intan Permai Gang Intan Sari, Pengubengan Kangin, Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

Ditangkapnya Bena, berawal adanya informasi dari masyarakat, jika ada orang yang biasa dipanggil Bena (terdakwa) memiliki kokain yang akan dijual.
Berbekal informasi itu, petugas kepolisian melakukan penyelidikan. Lalu pada 4 Agustus 2018 terdakwa keluar dari kamar kosnya dan langsung ditangkap oleh pihak kepolisian.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia