Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diberi Penangguhan Penahanan, Tersangka Curat di Polsek Denbar Hilang

26 Oktober 2018, 06: 52: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diberi Penangguhan Penahanan, Tersangka Curat di Polsek Denbar Hilang

HILANG: Tersangka kasus curat, hingga kini menghilang usai diberi penangguhan penahanan oleh Polsek Denpasar Barat. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Salah satu tersangka kasus pencurian dengan pemberatan alias curat yang bernama Mohammad Mansyur, 34, hingga kini tidak ada kabarnya. Dia hilang setelah diberi penangguhan penahanan oleh Polsek Denpasar Barat dengan nomor SP-Guh/55a/IV/2017/Reskrim, bulan April 2017 lalu.

Pihak korban saat dihubungi koran ini pada Kamis (25/10) pun juga membenarkan kabar tersebut. Laporannya STPL/373/XI/2016/Bali/Resta Dps/Sek Denbar tertanggal 14 November 2016 tersebut bak hilang ditelan bumi. Padahal pihak kepolisian telah mengantongi barang bukti. Terlebih lagi tersangka pun sudah diamankan hingga akhirnya diberi penangguhan penahanan.

"Penangguhan itu dilakukan kakak tersangka sendiri. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu perkembangan kasus saya. Infonya tersangka menghilang dan keluarganya tidak tahu kemana," ungkapnya jengkel.

Kejengkelan korban yang bernama Joni, 33, ini tak terbendung, sejak tersangka yang sudah dianggap saudara sendiri justru mencuri habis barang - barang di tempat usahanya di Jalan Gunung Batukaru V A nomor 7X Denpasar pada Senin tanggal 14 November 2016 lalu. Barang - barang yang dicuri tersangka di antaranya TV LG dan Okowa, AC, 2 buah mesin cuci, 2 buah bor, dan sepeda motor Yamaha DK 8229 DN.

Tersangka kelahiran Surabaya 7 April 1984 yang beralamat di Jalan Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara ini sudah sempat ditahan terhitung sejak 13 April sampai 22 Mei 2017 saat Kompol Wisnu Wardana menjabat sebagai Kapolsek Denpasar Barat saat itu. Namun kemudian tersangka diberikan penangguhan penahanan dengan penjamin kakak kandung tersangka sendiri yang bernama Andi Supiani, 36, yang bekerja sebagai seorang perawat di salah satu rumah sakit swasta ternama.

Berbagai upaya telah dilakukan korban seperti mendatangi Kompolnas di Jakarta, sekadar untuk mencari keterangan. Juga sempat mencari jaksa yang menangani kasus tersebut dan sudah P21 sejak tanggal 8 Mei 2017. Namun berkas tersebut dikembalikan ke Polsek P21a. "Tapi saya belum melaporkan secara tertulis," ujarnya.

Surat DPO pun telah dikeluarkan, namun tak kunjung juga pelaku ditemukan. Sementara itu Kapolsek Denpasar Barat Kompol Adnan Pandibu saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group) menyampaikan belum tahu kabar tersebut. Sehingga meminta waktu untuk melakukan kroscek lagi. "Waduh, harus aku cek lagi. Harus aku cek dulu," jawabnya singkat.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia