Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Bali Dijual Murah, Berantas Para Pemainnya

Senin, 29 Oct 2018 08:01 | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Bali Dijual Murah, Berantas Para Pemainnya

Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Bali dibangun dengan pondasi budaya yang sangat kuat. Pondasi kuat ini membuat Bali begitu istimewa. Bali memiliki aura luar biasa atau memiliki taksu. Namun belakangan Bali terusik, ternyata para mafia Tiongkok memainkan siasat untuk meraup keuntungan banyak dengan menjual Bali begitu murah.

Menurut Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, tidak ada alasan Bali untuk dijual murah, diobral seperti itu. Baginya fenomena ini sangat merugikan bagi Bali. Secara alur permainan terkesan seperti tidak ada masalah, padahal masalahnya luar biasa besar yang akan dihadapi Bali. “Seolah dibuat tidak ada masalah, wisatawan datang banyak, Bali diuntungkan. Itu kesan awal dibangun, namun masalah besar akan muncul dan sangat membahayakan Bali,” kata Pak Oles.

Dia mengatakan, ketika jaringan pemilik toko asal Tiongkok di Bali, mensubsidi datangnya wisatawan ke Bali, hingga bisa dengan Rp 600 ribu, terbang ke Bali, menginap lima hari dan pulang ke Tiongkok. Kesannya membantu untuk Bali. Tapi prakteknya, mereka memaksa wisatawan itu belanja ke toko – toko mereka. Bahkan barang – barangnya juga ada indikasi palsu. Cara menjualnya juga dengan cara memaksa. “Imbasnya Bali akan sangat rusak di mata wisatawan yang sudah merasa tertipu dengan praktek ini. Ini yang harus dipahami, aktivitas mereka membuat citra Bali sangat rusak,” urainya.

Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali ini mengatakan, yang pertama nama Bali rusak, kemudian menguntungkan segelintir pemain asal Tiongkok, kemudian akan menjadi promosi paling jelek, ketika wisatawan yang ke Bali bercerita dengan lingkungannya. “Promosi jelek akan dilakukan, kemudian mereka pasti tidak akan kembali ke Bali, lingkungannya akan dikasi tahu bahwa Bali itu jelek. Ini imbas terparah bagi Bali, karena pariwisata tidak akan berkelanjutan,” sambung politisi dan penguasa asal Bengkel, Buleleng ini.

Dengan fakta – fakta ini, wajib untuk segera ditertibkan. Wajib untuk segera pemimpin Bali mengambil langkah – langkah untuk menuntaskan masalah ini dengan cepat. “Jangan tunggu lama, berantas pemain – pemainnya. Tata kembali pariwisata Bali, bangun Forum UMKM Bali untuk menjadi tulang punggung pasa oleh  - oleh,” harap caleg DPR RI Dapil Bali dari Partai Demokrat ini.

Baginya Bali, pulau suci, sakral dan metaksu. Tidak layak dijual begitu murah, Bali mesti dibangun menjadi pariwisata berkualitas, dengan wisatawan yang datang yang berkualitas. “Bukan mementingkan kuantitas, namun mengutamakan kualitas. Bali tidak layak dijual murah, Bali bukan pulau murahan,” pungkas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia