Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Cok Rat Cium Indikasi Pemilih Impor

Jumat, 02 Nov 2018 12:02 | editor : I Putu Suyatra

Cok Rat Cium Indikasi Pemilih Impor

TATAP MUKA: Cok Rat saat bertatap muka dengan komisioner KPU Buleleng, Kamis (1/11) siang. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Anggota DPD RI asal Bali A.A Oka Ratmadi meminta KPU Buleleng untuk waspada. Pria yang akrab disapa Cok Rat ini mencium adanya indikasi pemilih impor yang berpotensi masuk dari luar Bali pada Pemilu 2019 mendatang. Konon skenario pemilih impor ini didatangkan untuk mendongkrak perolesan suara peserta pemilu tertentu di Bali

Dugaan itu disampaikan Cok Rat saat menyambangi Sekretariat KPU Buleleng, Kamis (1/11) siang. Kedatangan mantan Bupati Badung periode 2000-2005 ini disambut Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana, beserta empat orang komisioner KPU Buleleng lainnya.

Cok Rat bersama Komisioner KPU Buleleng sempat melakukan pertemuan di Ruang Ketua KPU Buleleng. Tatap muka tersebut lebih banyak membahas mengenai prosedur pelayanan teknis kepada para calon pemilih, pada Pemilu 2019 medatang.

Usai menggelar pertemuan, Cok Rat mengaku datang ke KPU Buleleng dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI yang membidangi pelayanan publik. Cok Rat hadir untuk memastikan pelayanan KPU pada masyarakat di Kabupaten Buleleng, dilakukan dengan sebaiknya-baiknya.

“KPU sebagai pelayan publik harus meladeni masyarakat dengan baik, sesuai dengan aturan agar pemilu berjalan baik. Mari sama-sama mengawasi,” ujar Cok Rat.

Bahkan Cok Rat meminta agar KPU Buleleng mewaspadai ada indikasi pemilih impor yang sengaja datang ke Bali untuk menyalurkan hak suara.“Hati-hati. Ada pemilih dari luar yang sengaja memilih bermodal e-KTP. Hati-hatilah. Harus dicermati, kalau hanya sekedar datang ke Bali untuk memilih di Bali ya jangan diberikan,” katanya kepada awak media.

Selain itu Cok Rat juga meminta KPU Buleleng mewaspadai pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan membawa KTP elektronik. Sebab ada kemungkinan KTP yang dibawa palsu. Untuk itu petugas di TPS harus dibekali kemampuan mendeteksi keaslian KTP yang dibawa warga.

Sementara itu Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana menyebut kedatangan Cok Rat ke KPU Buleleng hanya untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Buleleng bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Beliau membidangi pelayanan publik hanya ingin  memastikan apabila ada kendala, kami diminta menginformasikannya pada DPD yang membidangi tentang pelayanan publik,” ujar Dudhi.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia