Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features
Kisah Pelajar Yatim Piatu Korban Tabrak Lari

Sempat Minta Maaf karena Membiayai Dirinya, Sang Kakak Belum Nikah

Jumat, 02 Nov 2018 19:04 | editor : I Putu Suyatra

Sempat Minta Maaf karena Membiayai Dirinya, Sang Kakak Belum Nikah

DIEVAKUASI: Petugas melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan di Jalan Dewi Sri Kuta, Jumat dinihari (2/11). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Seorang pelajar yang bernama Ketut Wisnawa, 18, asal Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng meregang nyawa di tempat kejadian setelah ditabrak oleh mobil Agya warna putih DK 1222 FQ. Peristiwa itu terjadi di Jalan Dewi Sri Kuta, tepatnya di depan Hotel Grand Livio sekitar pukul 02.25, Jumat (2/11). Korban bukan habis keluyuran, tapi baru pulang kerja dari Jalan Pulau Kawe, Denpasar.

Luh Sudiasih, kakak kandung korban masih tampak shock saat ditemui di Instalasi Forensik RSU Sanglah, Jumat siang. Dia didampingi keluarganya masih tak percaya adik tercintanya sudah pergi mendahului kea lam baka.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Luh Sudiasih mengaku kaget ditelepon polisi saat dirinya sedang menunggu sang adik pulang kerja. Dari balik gagang telepon, seorang polisi mengabari berita duka yang menyebutkan adiknya tewas dalam kecekalaan lalulintas.  

“Tubuh saya langsung lemas,” akunya.

Setelah mendapat kabar, Luh Sudiasih bergegas meluncur ke TKP (tempat kejadian perkara). Tapi dia tak berani melihat adiknya yang kondisinya mengenaskan hingga dimasukkan ke kantong mayat.

"Saya nggak berani lihat. Sampai di sini (RS Sanglah) juga tetap tidak berani melihat adik saya sendiri. Nggak ada firasat sama sekali," ungkapnya sembari menyeka air yang merembes di antara kelopak matanya.

Luh dan keluarga memang tidak mendapatkan firasat apa pun malam itu. Hanya saja dua minggu sebelum kejadian, korban tiba - tiba meminta maaf kepada Luh. Dalam permintaan maaf tersebut korban mengungkapkan gara - gara membiayai dia (korban) sehingga Luh belum kawin sampai saat ini. Tapi itu ditanggapi dingin oleh Luh.

Korban yang duduk dibangku SMK kelas 3 ini memang menyambi bekerja di Jalan Pulau Kawe setiap malamnya. Itu untuk membantu biaya sekolah dan biaya kehidupan sehari - hari. Karena ayah mereka sudah meninggal sejak 5 tahun lalu dan ibunya meninggal 1,5 tahun lalu karena menderita sakit ginjal.

"Ndak pernah dia minta uang banyak. Kadang mintanya hanya untuk beli bensin itu saja. Makan pun ndak milih. Ngirit orangnya, karena tahu kondisi kami begini. Pendiam dan polos juga," ungkapnya.

Sebagai anak sulung dari empat bersaudara, Luh sangat sayang kepada korban. Karena korban satu - satunya saudara kandung laki - laki. Mereka merantau ke Badung untuk mencari penghidupan dan tinggal bersama di kosan Jalan Mataram, Gang Buntu Kuta, Badung, yang berjarak satu kilometer dari TKP.

Luh sendiri terakhir kali melihat korban sedang tertidur pulas di kamarnya. Saat itu, Luh meninggalkan korban karena lebih dulu berangkat kerja. Sehingga tak ada komunikasi dalam pertemuan terakhir tersebut. Korban yang biasanya sampai kos pukul 01.00, hari nahas itu malah terlambat pulang.

"Kami minta pelaku supaya bertanggung jawab. Karena anak yatim, tolong kemurahan hatinya," ungkap bibi korban.

Dari informasi yang dikumpulkan koran ini, bahwa kecelakaan maut tersebut terjadi ketika mobil dengan kecepatan tinggi menabrak sepeda motor Beat warna hitam DK 7750 VX yang dikendarai korban. Apalagi kondisi jalan yang sepi saat itu. Setelah terjadi kecelakaan pelaku sempat keluar mobil sambil merokok dan melihat korbannya.

"Pelaku kemudian kabur setelah mengetahui korban meninggal. Motor korban juga ringsek," ungkap sumbet petugas. Korban kemudian dibawa ke RSU Sanglah pukul 03.05 dibawa oleh ambulans BPBD Badung.

Sementara itu Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo menyampaikan bahwa korban meninggal dengan kondisi kepala bagian belakangnya pecah.

"Singkat kejadian sepeda motor dari utara ke selatan dan mobil dari barat ke timur. Dan terjadi tabrakan. Mobil kurang hati - hati saat menyeberang dan setelah kejadian meninggalkan TKP. Terlapor mobil, sudah kami ketahui datanya dan masih dalam penyelidikan," ungkapnya. 

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia