Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Rumah Luwih Padukan Desain dan Menu, Suguhkan Indahnya Masa Lalu

Minggu, 04 Nov 2018 07:43 | editor : I Putu Suyatra

Rumah Luwih Padukan Desain dan Menu, Suguhkan Indahnya Masa Lalu

MELAYU : Andrawina Restaurant di Rumah Luwih, ajak wisatawan merasakan dan mengenal suasana Melayu saat bersantap. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Selain sebagai tempat menginap dan Spa yang nyaman,  Rumah Luwih  yang berlokasi di Jalan By Pass IB Mantra, Desa Lebih Gianyar,  juga memiliki  restoran khusus  yang menyajikan menu masakan peranakan. Seperti apa, sensasi menikmati masakan Nyonya di restoran bergaya kolonial ini?

Memasuki Andrawina Restaurant,  pengunjung akan disuguhi pemandangan pantai  yang tenang, karena lokasi Rumah Luwih ini tepat berada di pinggir Pantai Lebih, Gianyar.


Bangunan yang ada di Rumah Luwih ini, merupakan perpaduan antara gaya kolonial Belanda dipadu dengan detail budaya Tionghoa dan Bali. Ketika  memasuki restoran, pengunjung akan merasa berada di sebuah rumah klasik dengan meja dan kursi kayu putih, senada dengan warna bangunan yang  dilengkapi  kolam renang. Bila melihat suasananya,  restoran ini sangat cocok untuk dijadikan tempat nongkrong keluarga.


Marketing Communication Manager Rumah Luwih Bali, Irma Wardani mengatakan, perpaduan  desain pada Andrawina Restaurant tidak hanya sebatas desain dekorasi saja,  namun juga pada sajian yang disajikan di restoran ini.  "Perpaduan desain dan menu yang kami sajikan ini,  merupakan sebuah bukti tentang keindahan masa lalu," jelasnya.kepada Bali Express (Jawa Pos Group).


Sajian Peranakan yang disajikan di Andrawina Restaurant ini adalah menu masakan yang populer disajikan di Semenanjung Malaka, seperti Penang,  Malaka,  Singapura, dan beberapa wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Semenanjung Malaka. 


Masakan yang juga populer disebut dengan masakan Nyonya. Dijelaskan  Irma, masakan Nyonya  merupakan perpaduan antara bumbu masakan berbeda yang dimasak dengan teknik yang biasa digunakan warga Melayu, berpadu dengan gaya memasak Indonesia yang terkenal beraroma tajam dan pedas.


Rasa masakan Nyonya, lanjutnya, ditentukan oleh rempah-rempah dan bumbu yang digunakan.  Dalam proses pembuatan masakan inipun, lanjut Irma,  Andrawina Restaurant masih menggunakan cara lama. "Aneka rempah ditumbuk dengan alu dan lesung dengan teknik khusus, sehingga mampu  menghasilkan rasa yang unik melalui metode preparasi," bebernya.


Sajian spesial Rumah Luwih disajikan dengan citarasa yang kompleks dalam sejumlah hidangan yang dimulai dengan Ikan Acar Kuning. Acar Kuning ini terbuat dari perpaduan antara bumbu kunyit yang  dikombinasikan dengan aneka sayur dan suwiran ikan dengan tambahan perasan jeruk nipis untuk memberikan rasa segar pada sajian.


Selanjutnya,  ada juga daging Babi Panggang. Pada menu ini,  tampak irisan bawang putih pedas dan saus bawang merah  bergaya Nonya menghiasi irisan Daging Babi Panggang. Sajian juga dilengkapi dengan pepaya muda dan aneka sayur, dicampur parutan kelapa dan disajikan dengan olahan ayam. "Hidangan sup kami terbuat dari ayam dan sayuran yang diperkaya dengan cita rasa Peranakan, termasuk dengan penambahan daun sereh dan bawang putih," lanjutnya.


Selain itu,  berbagai hidangan utama yang ditawarkan, termasuk Kari Udang Saus Kelapa maupun Ikan Goreng Sambal Balacan (pasta udang hasil fermentasi) yang gurih. Hidangan lainnya ada tofu dan hidangan berbahan dasar daging bebek  yang dipadu bumbu otentik Peranakan.


Bagi pelanggan yang ingin menikmati pengalaman Barbeque,  Andrawina Restaurant juga menawarkan Grill Station. Di Grill Station ini,  pelanggan bisa menikmati pengalaman ber- barbeque karena beragam menu Barbeque disiapkan. Mulai dari sate ayam dan babi  disajikan secara otentik,  hingga beberapa jenis Iga Babi Bakar yang dimasak dengan bumbu khas Bali.


Sebagai menu penutupnya, Andrawina Restaurant memiliki berbagai buah-buahan dan kue Peranakan. "Tujuan kami, agar  wisatawan yang datang ke Andrawina Restaurant,  baik  wisatawan asal Melayu ataupun wisatawan lokal,  bisa merasakan nuansa Melayu saat bersantap," ungkapnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia