Minggu, 26 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Seorang PSK Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya di Sanur Kauh

06 November 2018, 10: 27: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Seorang PSK Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya di Sanur Kauh

MEMBUSUK: Mayat korban saat pertama kali ditemukan di kamar kos Jalan Tambak Sari nomor 24. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ajal memang tak pernah diduga. Seorang pekerja seks komersial (PSK) bernama Marfuah, 41, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar kosnya Jalan Tambak Sari Nomor 25 Sanur Kauh Denpasar Selatan pada Minggu (4/11) pukul 19.20. Korban yang berasal dari Jember, Jatim ini ditemukan terlentang mengunakan baju dress warna abu - abu dan mengunakan celana dalam warna hitam.

Keterangan tuan rumah kos, Wayan Ari Artini, 43, dirinya sempat bertemu korban pada Jumat (2/11) sekitar pukul 10.00. Saat itu dia membayar kos dan dalam kondisi sehat. Esok harinya Ari pulang ke Tabanan pukul 09.00 dan baru kembali ke Denpasar pukul 19.00. Pada Minggu (4/11) pukul 19.00, korban yang biasanya kelihatan justru tidak keluar kamar sama sekali. Karena curiga saksi kemudian memanggil korban dan menggedor pintu kamarnya.

"Karena tidak ada jawaban, maka menengok lewat jendela. Terlihat korban terlentang dan badannya biru. Tercium bau busuk," ungkap sumber petugas Senin (5/11).

Sementara itu, saksi Komang Agus Krisna, sempat memanggil korban sekitar pukul 10.00 sebelum akhirnya ditemukan meninggal. Komang saat itu berniat untuk meminjam jemuran korban. Namun karena tidak ada jawaban, saksi kemudian mengecek korban dari jendelanya. Rupanya korban sedang tidur terlentang dengan posisi kepala ada di sebelah utara dan seluruh badanya berada di kasur.

Sedangkan rekan di tempat kerjanya Rini, 45, menyampaikan pada Jumat (2/11), korban masih bekerja di komplek tersebut. Namun sekitar pukul 20.00 korban pulang lebih dahulu dengan alasan sakit.

"Mengeluh perutnya sakit kembung dan tidak bisa berak, dan dia sempat bilang akan membeli obat Dulcolac. Ternyata esok harinya tidak berangkat kerja. Hingga ada kabar meninggal," ucapnya.

Rekan kerjanya yang lain Siti Fatimah, 41, sempat menghubungi korban saat itu namun tidak ada respon sama sekali. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke aparat setempat. Dan sekitar pukul 21.10, Tim Identifikasi Polresta Denpasaar tiba di TKP melakukan pemeriksaan terhadap jenasah korban.

Dari hasil pemeriksaan hidung serta mulut korban mengeluarkan darah, perut korban membengkak, tubuh korban sudah membiru dan mengeluarkan bau busuk. Sudah mulai muncul tanda - tanda lebam mayat pada ketiak kiri dan lebam mayat diatas dada dekat leher kanan. "Tidak ada tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban kok," ungkap petugas.

Disampaikan bahwa diduga korban meninggal akibat sakit. Pasalnya juga ditemukan obat KB Microgynom, kulit obat Promag di kamar korban. Sekitar pukul 21.35, jenazah korban di bawa ke RSUP Sanglah. Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustiadi kepada koran ini menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan luar jenazah sudah dalam keadaan membusuk dan tidak ditemukan luka - luka.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia