Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kasatreskrim Klungkung Baru “Disambut” Dua Kasus Korupsi

07 November 2018, 10: 30: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kasatreskrim Klungkung Baru “Disambut” Dua Kasus Korupsi

JABATAN BARU: Polres Klungkung melakukan sertijab tiga pejabat Polres Klungkung, Selasa (6/11) kemarin. (HUMAS POLRES KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA -  Polres Klungkung melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di Mapolres Klungkung, Selasa (6/11) kemarin. Sertijab dipimpin Kapolres Klungkung, AKBP Bambang Tertianto. Ada tiga pejabat kena mutasi. Yakni, Wakapolres Klungkung yang dipegang Kompol Heri Supriawan, kini diserahkan kepada Kompol Adnan Pandibu, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Denpasar Barat. Heri Supriawan mendapat job baru di Polda Bali.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika dipercaya menjadi Kapolsek Gianyar. Posisinya digantikan Kompol I Komang Reka Sanjaya yang sebelumnya Kanit 5 Subdit 3 Dit Intelkam Polda Bali. “Mutasi jabatan merupakan hal biasa di lingkungan organisasi Polri,” ujar Bambang Tertianto yang juga dimutasi ke Polda Bali namun belum sertijab. Dikatakannya, mutasi tersebut untuk menjaga dinamika operasional dan penyegaran proses manajerial organisasi dalam melaksanakan misi untuk mencapai visi yang telah ditetapkan.  

Selain dua pejabat itu, kemarin juga sertijab jabatan Kasat Reskrim, AKP Made Agus Dwi Wirawan kepada pejabat baru AKP Mirza Gunawan yang sebelumnya menjabat Panit 1 Unit 4 Subdit 3, Dit Reskrimum Polda Bali. Agus Dwi Wirawan mendapat jabatan baru sebagai Kapolsek Busungbiu, Buleleng.

Catatan koran ini, masih ada dua kasus dugaan korupsi yang belum tuntas ditangani Sat Reskrim saat dipimpin Agus Dwi Wirawan. Yakni dugaan korupsi hibah pembangunan kandang babi di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan. Dana hibah Rp 400 juta itu bersumber dari APBD Klungkung 2015. Selain itu, ada dugaan korupsi dana hibah pembangunan salah satu pura dadia di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Itu dana hibah Provinsi Bali yang dikuncurkan 2015. Berdasar penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara sama dengan besaran dana hibah atau total lost Rp 70 juta. Hasil penyelidikan polisi, pura yang tertuang dalam proposal itu ternyata sudah bagus, sudah diperbaiki yang sumber dananya urunan oleh pangempon pura. Dwi Wirawan belum lama ini  menyebut dugaan korupsi akan menyeret oknum aparatur sipil negara (ASN)  Pemkab Klungkung berinisial WS. Namun hingga Dwi Wirawan dimutasi, belum ada tersangka kasus itu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia