Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Ini Vonis Delapan Anak yang Lakukan Penganiayaan Maut di Kwanji

Rabu, 07 Nov 2018 21:08 | editor : I Putu Suyatra

Ini Vonis Delapan Anak yang Lakukan Penganiayaan Maut di Kwanji

SIDANG: Suasana sidang delapan anak-anak pelaku penganiayaan di Dalung saat agenda pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar beberapa waktu lalu. (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Delapan orang anak-anak yang terseret kasus penganiayaan berujung kematian dengan korban Darius Taba Kataba,32, asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/11), menghadapi putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar. Oleh Hakim Tunggal Angeliky Handajani Day, kedelapan terdakwa tersebut diputus dengan hukuman yang berbeda-beda. Tiga di antara mereka masing-masing SGI,14; AN,16; dan IF,15, diganjar selama empat setengah tahun.

Dari tiga terdakwa itu, hanya SGI dan AN yang mendapatkan keringanan hukuman selama enam bulan atau setengah tahun. Sementara putusan IF yang diperiksa dalam berkas terpisah sama seperti tuntutan jaksa. Selanjutnya, lima terdakwa lainnya masing-masing DR,15; YD,15; AR,16; FAP,16; dan MH,16 yang tadinya dituntut tiga setengah tahun atau tiga tahun dan enam bulan diganjar dengan hukuman selama tiga tahun.

Dalam amar putusannya, hakim menilai kedelapan terdakwa terbukti melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal. Atau sesuai Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP sebagaimana dakwaan tunggal yang diajukan penuntut umum. "Dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia," tegas hakim.

Atas putusan itu, pihak terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerimanya. Sementara pihak penuntut umum yang diwakili Jaksa Cokorda Intan Merlany Dewie menyatakan pikir-pikir. "Kami pikir-pikir dulu," tukas Jaksa Cok Intan usai persidangan.

Rangkaian sidang terhadap delapan terdakwa yang masih berstatus anak-anak ini sempat diwarnai ketegangan. Itu terjadi usai pembacaan surat tuntutan. Karena keluarga korban sempat kecewa dengan tuntutan kepada para terdakwa yang dinilai terlalu ringan.

Untuk meredam suasana saat itu, Hakim Angeliky sampai harus turun tangan dan memediasi kedua belah pihak. Intinya pihak keluarga korban menerima permintaan maaf keluarga terdakwa dan meminta agar para terdakwa dididik dengan baik.

Penganiayaan yang dilakukan kedelapan terdakwa terjadi pada 10 Januari 2018 dini hari. Sekitar pukul 04.00. Di Jalan Raya Dalung Kwanji. Tepatnya di depan SD Emanuel, Desa Dalung, Kuta Utara Badung.

Saat itu, para terdakwa mengendarai motor bersama-sama. Kemudian, terdakwa SGI dan YA melihat salah satu korban yakni Adrius berboncengan dengan Ayub Kedu Lere. Kedua korban juga sedang mengendarai motor.  

Kedua terdakwa kemudian mengejar korban. Tujuannya untuk meminta rokok. Namun permintaan itu tidak dihirau korban. Keduanya kemudian memanggil teman-temannya yang lain. Mereka hendak mencegat korban dan berujung dengan aksi penganiyaan yang mengakibatkan korban Darius meninggal dunia. 

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia