Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Buruh Proyek Curi Kabel, Dililit di Perut

Kamis, 08 Nov 2018 09:25 | editor : I Putu Suyatra

Buruh Proyek Curi Kabel, Dililit di Perut

ALASAN EKONOMI: Pelaku pencurian Indra Atmajaya ditahan di Mapolsek Kuta Selatan. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Seorang buruh proyek, Indra Atmajaya, 31, ditangkap Polsek Kuta Selatan lantaran mencuri kabel Metalindo di proyek Hotel Sangrilla Nusa Dua. Tepatnya di lokasi Basemen II, Jalan Tropong - Sawangan, Benoa pada Selasa (6/11) pukul 16.00.

Pelaku yang berasal dari Jember, Jatim ini kemudian dilaporkan pihak korban, Baharudin Rosyid, 33, dengan bukti lapor Lp B : LP/285/XI/2018/Bali/Resta dps/Sek kutsel, tanggal 6 November 2018. Dari laporan tersebut bermula pada Selasa (6/11) pukul 16.00 pelapor mendapatkan informasi dari sekuriti proyek Made Rudiharta, 21, bahwa seorang buruh proyek membawa beberapa alat potong saat dilakukan pemeriksaan.

"Dicurigai saat akan pulang kerja di pos pemeriksaan. Yang ditemukan di dalam tas ranselnya ada membawa beberapa alat potong, serta kecurigaan terhadap gelagat dan gerak - geriknya saat ditanyai," ungkap Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza Rabu kemarin (7/11).

Kemudian sekuriti melakukan penggeledahan badan dan didapat beberapa potong potongan kabel yang sengaja diikat dengan stagen yang terbuat dari ban dalam dan dililitkan diperutnya. Karena kecurigaan tersebut kemudian tersangka dilaporkan. Dari pengakuannya tersangka memotong kabel tersebut pukul 07.30 dengan cara memotong menggunakan alat yang dibawa.

Beberapa barang bukti yang disita di antaranya potongan kabel Metalindo jenis NYY, ukuran 4x150mm, sepanjang 4 meter dengan nilai kisaran harga Rp 3,1 juta, sebuah gunting besi dengan warna gagang kuning ukuran besar, gergaji besi, dan stagen perut.

Usai dibawa ke pos proyek, tersangka kemudian dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa. Tersangka pun mengakui perbuatannya. Dan setelah dilakukan pengembangan rupanya juga masih ada beberapa potongan kabel yang disembunyikan di dalam tempat proyek. "Kesulitan ekonomi jadi rencananya akan dijual untuk biaya hidup sehari - hari. Namun belum sempat dijual sudah ditangkap. Kami jerat pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara," tandasnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia