Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

MIMIH, Pelajar di Buleleng Curi Kalung untuk Beli Sabu

Kamis, 08 Nov 2018 09:36 | editor : I Putu Suyatra

MIMIH, Pelajar di Buleleng Curi Kalung untuk Beli Sabu

BARANG BUKTI: Pelaku AS saat menunjukkan baju yang dibeli dari hasil curiannya kepada penyidik di Mapolres Buleleng kemarin. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA -  Ulah AS, remaja 17 tahun ini membuat siapapun bisa mengelus dada. Bagaimana tidak, pelajar yang masih duduk di bangku SMA ini nekat mencuri kalung emas seberat 20 gram dengan membobol sebuah rumah di Jalan Pulau Menjangan, Gang Ponogoro, Lingkungan Banyuning Selatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Mirisnya, uang hasil penjualan emas curiannya digunakan untuk membeli sabu-sabu (SS).

Kanit Reskrim Polsek Kota, Iptu Suseno menjelaskan AS melakukan aksi pencurian ini pada Sabtu (23/6) lalu, sekitar pukul 16.00 wita. Rumah yang berhasil ia bobol itu adalah milik I Nengah Mantra, 58.

Rupanya, pelaku AS dengan mudah masuk ke dalam rumah tersebut. Pasalnya pintunya dalam kondisi tidak terkunci. Kala itu pemilik rumah tengah tertidur pulas. Tanpa kendala AS langsung mengambil dua buah kalung emas yang tersimpan di dalam lemari pakaian korban.

"Memang anak ini sudah sering lewat ke rumah tersebut. Jadi sudah tahu seluk beluk dari pada rumah itu. Alasannya terus terang nyuri untuk beli narkoba," ujar Iptu Suseno, Rabu siang (7/11).

Begitu kedua kalung emas berhasil didapatkan, pelaku AS kemudian langsung menjualnya kepada seseorang di kawasan Jalan Sawo, Singaraja. Kalung tersebut laku terjual dengan harga Rp 6,2 juta. Selanjutnya uang jutaan rupiah itu lantas digunakan oleh AS untuk membeli narkoba jenis sabu. Uang haram itu juga ia gunakan untuk  membeli tiga buah pakaian dan untuk membeli makanan dan minuman.

"Pelaku membeli sabu sebanyak tiga kali dengan harga total Rp 500 ribu.  Dari pengakuannya, pelaku sudah memakai narkoba sejak tiga atau empat bulan sebelum kami tangkap. Yang bersangkutan adalah seorang pelajar SMA di kawasan Sambangan," imbuhnya.

Namun lantaran usia AS yang masih dibawah umur, polisi pun tidak melakukan penangkapan. Tetapi karena AS telah mengonsumsi narkoba, orangtuanya lantas meminta agar AS menjalani rehabilitasi narkoba di Bangli.

"Dari hasil diversi, anak ini direkomendasikan untuk dikembalikan ke orangtuanya. Dan orangtuanya langusng melakukan rehabilitasi terhadap AS di Bangli," tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia