Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Direktur Keuangan dan Distribusi PT KAS Ditangkap, Ini Kasusnya

Jumat, 09 Nov 2018 09:08 | editor : I Putu Suyatra

Direktur Keuangan dan Distribusi PT KAS Ditangkap, Ini Kasusnya

DITANGKAP: Ni Desak Putu Suarningsih ditunjukkan kepada media, Kamis (8/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Setelah menjadi buroran Polresta Denpasar sejak Mei 2018, Direktur Keuangan dan Distribusi perusahaan pendistribusian pupuk, PT. Karya Andal Sejati (PT KAS) di Jalan Akasia Ujung Nomor 2 Kesiman Denpasar Timur yang bernama Ni Desak Putu Suarningsih, 53, diamankan di tempat pelariannya Perumahan Agung Permai Jalan Sumur Batu Raya Cempaka Putih Jakarta Pusat pada Selasa (30/10) pukul 13.00.

Tersangka dilaporkan oleh Direktur Operasional dan Keuangan I Made Sujana, 49, atas penggelapan beberapa aset perusahaan dengan bukti laporan LP/412/IV/2018/BALI/RESTA DPS, tanggal 07 April 2018 lalu. Dari laporan tersebut diketahui bahwa kejadian bermula pada Kamis (18/1) pukul 10.00, tersanggka mengambil legalitas dan akta - akta perusahaan.

"Berupa legalitas dan akta - akta perusahaan serta mengadaikan 2 buah BPKB mobil truk dan sebuah BPKB beserta satu unit mobil Honda CRV warna silver nopol B 135 JC," ungkap Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana pada Kamis (8/11).

Usai ditangkap dan dimintai keterangan di Mapolresta Denpasar, pelaku mengakui menggadaikan 2 buah BPKB truk milik perusahaan di Koperasi Ema Duta Mandiri Rp 205 juta. Sementara mobil Honda CRV sudah terjual, yang sebelumnya BPKB mobil tersebut digadaikan oleh tersangka sebesar Rp 50 juta di Koperasi DANA. Dan unitnya digadaikan di Ni Wayan Karvis yang tinggal di Pedungan Denpasar Selatan sebesar Rp 50 juta.

Namun kemudian mobil tersebut kembali ditarik oleh Koperasi DANA, lantaran sebelumnya tersangka sudah meminjam dana sebesar Rp 1,4 miliar. Besarnya pinjaman tersebut juga disertai dengan jaminan sebuah serifikat rumah tersangka yang beralamat di Perumahan Jadi Pesona IV nomor 6 Pedungan Denpasar Selatan.

Tersangka pun juga kerap meminjam uang diantaranya, sebesar Rp 3,6 miliar ke perusahaan tempatnya bekerja, Rp 8,4 miliar ke I Nyoman Tjager selaku pemilik PT. Dengan kesepakatan memberikan bunga setiap bulannya sebesar 1 persen. Yang kemudian dipakai untuk modal di Koperasi Kopwan Giri Kusuma.

"Seiring waktu, uang tersebut membengkak sehingga tersangka tidak bisa membayar bunga dan jaminan berupa sertifikat tanah milik nasabah yang berada di Koperasi Kopwan Giri Kusuma dicarikan uang lagi di Bank BRI," jelasnya.

Setelah dicairkan Rp 3,5 miliar, uang tersebut digunakan untuk membayar bungan dari PT KAS sebesar Rp 3,6 miliar. Dan pinjaman dari Nyoman Tjager Rp 8,4 miliar. Sehingga jaminan berupa BPKB dari nasabah di Koperasi Kopwan Giri Kusuma kemudian oleh tersangka kembali digadaikan di Koperasi Karya Pemulung dan pinjaman secara pribadi dengan total Rp 24 miliar.

Menurut Artana selain laporan penggelapan ini, tersangka juga dilaporkan dengan 3 laporan sekaligus. Namun sementara masih dalam proses. Beberapa barang bukti diantaranya sebuah BPKB truk Isuzu DK 8924 QW dan BPKB truk Isuzu DK 9333 HB telah disita pihak polisi. Sedangkan barang bukti berupa akta - akta dan dokumen milik PT KAS yang diakui disimpan dirumahnya, dokumen tersebut sebagian tidak ada.

"Hanya ada kopian dokumen serta satu unit mobil Honda CRV B 135 JC yang sudah di balik namakan ke anak tesangka," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut tersangka sempat mengakui bahwa hal tersebut dilakukannya untuk menutupi utang perusahaan. Dimana dalam kepemimpinan sebelumnya sudah ada banyak manipulasi margin hingga memiliki kerugian Rp 16 miliar sebelum dipimpinnya. Namun tidak diusut sama sekali.

"Untuk menutupi. Saya gali lobang tutup lubang. Sejak saya megang 2 perusahaan itu koperasi sama PT KAS dari September 2015. Saya dioper dari kas lama yang dipegang oleh Bu Ayu. Perusahaannya gonjang ganjing. Margin dipermainkan," ungkap tersangka.

Selain laporan kasus lain menunggunya tersangka kini dijerat Pasal 374 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dan atau penggelapan.

(bx/afi/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia