Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sebulan, 20 Kebakaran di Kota Denpasar

Jumat, 09 Nov 2018 09:21 | editor : I Putu Suyatra

Sebulan, 20 Kebakaran di Kota Denpasar

API: Pegawai Kejaksanaan Negeri Denpasar tengah melakukan simulasi mengenal, dan cara memadamkan api pemicu kebakaran, Kamis kemarin (8/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dalam mengantisipasi tingginya bencana kebakaran selama tahun 2018 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar menggelar simulasi. Dalam sebulan tercatat, rata-rata 20 kebakaran terjadi di Denpasar. Agenda simulasi yang diselenggarakan Kamis kemarin (8/11) menyasar para pegawai di lingkungan Kejaksaan Negeri Denpasar.  

Kepala BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengaku simulasi yang dilaksanakan pihaknya sebagai tindaklanjutan kerjasama antara BPBD dengan Kejaksaan Negeri Denpasar. Sekitar 30 pegawai diberikan pengenalan awal terhadap api yang memicu kebakaran secara teori. "Kita laksanakan di sini sebagai tindaklanjutan kerjasama, di samping itu tingkat kebakaran di Denpasar juga sangat tinggi karena padat penduduk. Dalam sebulan mencapai 20 kejadian," terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Selain diberikan teori di dalam ruangan, puluhan peserta itu juga diberikan praktik langsung di halaman kantor setempat. Sedangkan yang paling penting dalam menghadapi api dikatakan tidak boleh main kasar. Adapun caranya menggunakan ATM, yakni amati, teliti, dan memadamkan.

"Menghadapi api itu sama halnya menghadapi perempuan, tidak boleh kasar. Jika kita kasarkan maka apinya akan makin membesar. Ya samalah bagaimana kita memperlakukan perempuan" ungkapnya.

Menanggulangi bencana kebakaran juga harus dengan kemampuan seseorang masing-masing. Mengingat bencana tersebut bisa saja kapan, siapa, dan diamana terjadi. Sehingga dengan simulasi itu diharapkan semua pegawai di lingkungan Kejaksanaan Negeri Denpasar bisa memadamkan api pemicu kebakaran.

IB Joni menambahkan langkah itu sebagai meminimalisir terjadinya bencana, secara terpadu, dan menyeluruh. Di samping itu dalam meningkatkan kemampuan masing-masing pegawai juga agar sama dan menyeluruh dalam menanggulangi bencana kebakaran. "Kemampuan dan pengetahuan setiap orang menghadapi bencana itu sangat perlu dilakukan pemahaman yang terpadu dan menyeluruh. Terlebih kebakaran setidaknya setiap orang memiliki kemampuan memadamkan api, setidaknya langkah-langkah awal," tandas dia.

Pada tempat yang sama, saat simulasi beberapa pegawai tampak sangat takut mendekat dengan api yang menyala. Pasalnya api tersebut menyala pada tabung gas, dan jerigen yang berisi minyak. Hal itu membuat orang yang mengalaminya akan panik. Sehingga instruktur simulasi menjelaskan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

Instruktur simulasi, Kusuma Wijaya, menjelaskan, jika api menyala di jerigen hanya tinggal menutup lobangnya saja. Otomatis api yang menyala akan padam. Begitu juga dengan api yang menyala di lobang gas, cukup hanya menutup lobang selang gas, atau mencabut regulatornya saja.

"Intinya jangan panik, cukup atasi dengan langkah tersebut tidak akan terjadi masalah. Jika tidak berani, cukup mematikan dengan lap yang basah," terang Jawi, panggilan akrabnya, sembari mempraktikkan langsung di hadapan para pegawai kejaksaan.

Selain mematikan api dengan menggunakan tangan dan lap basah, ia juga mempraktikkan dengan menggunakan alat pemadam ringan (apar). Selanjutnya para peserta juga diajak untuk mencoba dan mempraktikkan langsung memadamkan api yang menyala sangat besar di halaman lapangan tersebut.

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia