Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi Periksa Bendesa dan 11 Prajuru Terkait OTT di Tirta Empul

11 November 2018, 19: 42: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Polisi Periksa Bendesa dan 11 Prajuru Terkait OTT di Tirta Empul

BARANG BUKTI: Barang bukti yang diamankan dalam OTT di Tirta Empul, Tampaksiring, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Langkah pihak kepolisian menelisik kasus OTT (operasi tangkap tangan) di Objek Wisata Pura Tirta Empul terus menggelinding. Meski pihak Polres Gianyar belum secara terang benderang mengungkap perkembangan kasus ini ke media, namun pihak Desa Pakraman Manukaya Let mengaku sudah ada sejumlah pihak, khususnya dari pihak mereka yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Mereka itu ada yang merupakan prajuru banjar wilayah Desa Pakraman Manukaya Let, hingga prajuru desa setempat.

Penyarikan Desa Pakraman Manukaya Let Made Kuntung mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih memilih untuk mengikuti proses yang tengah berjalan di kepolisian. Dia mengatakan sampai pada Sabtu lalu (10/11) sudah ada 12 orang dari Manukaya Let yang dimintai keterangan. Termasuk di antaranya dua orang penjaga tiket yang diamankan pertama kali.

"Ya ada 10 yang dipanggil untuk dimintai keterangannya. Plus dua orang penjaga tiket yang diamankan pertama itu. Jadi total ada 12 orang yang diperiksa," ucapnya.

Sepuluh orang yang diperiksa tersebut seperti dibeber pihaknya, antara lain Bendesa Pakraman Let, lalu dirinya sendiri sebagai penyarikan, kemudian kelian pekaseh, kelian gong, dan kelian dinas. Tak hanya itu. Tiga orang kelian banjar di bawah Desa Pakraman Manukaya Let yakni kelian Banjar Tatag, Kelian Banjar Bangtes, dan Kelian Banjar Manukaya Let, plus tiga penyarikan dari ketiga banjar tersebut juga dia sebut ikut dimintai keterangan.

Disinggung mengenai materi pemeriksaan, seperti katanya di awal, pihaknya lebih memilih untuk mengikuti proses yang tengah berjalan di kepolisian. "Masih, ya kita masih ikuti proses hukum yang tengah berjalan saja," jawabnya.

Yang jelas seperti katanya proses pemeriksaan terakhir yang dijalani pihaknya itu pada Sabtu lalu. Dimana ada sembilan dari 12 orang tersebut yang dimintai keterangannya. "Hari ini (Minggu 11/11, Red) tidak ada yang dipanggil. Kemarin (Sabtu, Red) terakhir, ada sembilan orang (dipanggil, Red)," pungkasnya.

Di bagian lain, seperti disampaikan Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan kepada awak media, press rilis kasus tersebut bakal dilaksanakan Senin ini (12/11) di Mapolres Gianyar. Belum bisa dipastikan kemana arah dari kasus yang disebut hasil OTT tim saber pungli Gianyar itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, secara mengejutkan OTT disebutkan terjadi di objek wisata Pura Tirta Empul awal pekan lalu. Ada dua orang penjaga loket tiket dari Desa Pakraman Manukaya Let diamankan pihak kepolisian. Meski pihak kepolisian belum dengan gamblang membeber OTT tersebut, namun pihak Desa Pakraman Manukaya Let melalui penyarikan desa setempat membenarkan diamankan dua kramanya, masing-masing berinisial IWG dan DPD, yang saat itu mendapatkan giliran menjaga loket tiket. OTT itu turut dibenarkan Dinas Pariwisata Gianyar selaku pihak yang bekerjasama dalam pengelolaan dengan Desa Pakraman Manukaya Let selaku pengemong Pura Tirta Empul. 

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia