Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ada Penutupan Jalan dan Pemutusan Kabel Saat Pelebon Istri Raja

13 November 2018, 19: 23: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada Penutupan Jalan dan Pemutusan Kabel Saat Pelebon Istri Raja

BADE: Bade yang digunakan untuk upacara palebon istri Raja Denpasar IX, almarhum Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan sudah diletakkan di depan Patung Catur Muka, Denpasar, Selasa (13/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Upacara palebon permaisuri Raja Denpasar IX, almarhum Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan mempergunakan bade setinggi 18 meter. Pengabenan yang dilangsungkan Rabu (14/11) mengakibatkan sepanjang Jalan Vetran akan ditutup total. Lantaran layon akan diarak dari puri dan dinaikkan ke bade tepat di depan Catur Muka. Hal itu diungkapkan oleh putra pertama almarhum, Dr. A.A.Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, ST.,M.Si saat diwawancarai Selasa (13/11).

Dia menjelaskan, almarhum ibu kandungnya lebar (meninggal) pada tanggal 17 Oktober lalu yang sudah berusia 74 tahun. Ia juga mengaku dikarenakan mengidap penyakit diabetes, dan meninggal setelah beberapakali bolak-balik dari rumah sakit.

"Keluarga semua mengikhlaskan kepergian beliau, sedangkan untuk upacara pelebon besok (Rabu) rangkaiannya ada di puri. Namun layon akan dinaikkan ke bade di depan Catur Muka, selanjutnya diarak ke Setra Badung," jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Lanjut Turah Bima nama panggilan akrabnya menjelaskan bade tersebut dilengkapi dengan sembilan tumpang (atap). Dipilihnya lokasi di depan Patung Catur Muka itu menaikkan layon, lantaran sesuai sejarah Puri Agung Denpasar terdahulu. Ia mengatakan karena lokasi puri sebelumnya berada di areal Jaya Sabha, tepat di depan Patung Catur Muka Kota Denpasar.

Sedangkan terkait upacara palebonnya, Turah Bima mengambil tingkat upacara yang utama, yaitu munggah patrang manca datu. Selain bade, juga dilengkapi dengan lembu dan bale pembasmian yang akan diarak oleh ribuan warga. "Karena beliau sudah madwijadi kaprabon (upacara khusus), maka tingkat upacara yang dilakukan harus yang utama," ungkap mantan anggota DPRD Kota Denpasar tersebut.

Dalam kesempatan itu, Turah Bima juga mohon permakluman kepada masyarakat Kota Denpasar. Karena beberapa ruas jalan akan mengalami kemacetan, begitu juga dengan aliran listrik dan telepon sedikit terganggu. Bade yang setinggi 18 meter itu juga harus memutuskan kabel yang melintang menyeberang jalan.

"Palebon besok (Rabu) beberapa ruas jalan juga akan terganggu. Mulai Jalan Veteran, Jalan Udayana, menuju Jalan Hasanudin, dan Imam Bonjol," tandasnya.

Turah Bima melanjutkan, pengarak bade maupun lembu diperkirakan mencapai seribu warga. Karena masing-masing banjar yang ada  di lingkungan puri dikatakan telah dibagi dan digilir untuk mengarak bade tersebut. Dia menambahkan, pada pukul 12.00 tepat, besok (hari ini)  bade akan sudah diarak menuju Setra Badung. 

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia