Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Jualan Bakso Sepi, Nyambir Jadi Kurir SS, Agil Diciduk

14 November 2018, 08: 56: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jualan Bakso Sepi, Nyambir Jadi Kurir SS, Agil Diciduk

KEBUTUHAN HIDUP: Demi uang Rp 150 ribu, pedagang bakso jadi kurir sabu. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tim buser unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan meringkus seorang kurir narkoba, Agil Nick Davis, 23, yang sehari - hari berjualan bakso di seputaran Ubud. Tersangka dibekuk usai mengambil tempelan narkoba di Jalan Tukad Batanghari III Blok C 1, Panjer, Denpasar Selatan pada Rabu (24/10) lalu.

"Dari tangan tersangka kami amankan satu paket sabu seberat 20,08 gram dan 15 butir ekstasi berbagai warna yang dibungkus dalam tiga plastik klip," ucap Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya pada Selatan, Selasa (13/11).

Pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat bahwa tersangka berambut pirang ini terlihat mondar - mandir di seputaran Jalan Tukad Batanghari, Denpasar Selatan. Informasi tersebut ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan. Di hari keempat, anggota melakukan penyanggongan di seputaran TKP. Dan tersangka melintas menggunakan sepeda motor.

Setelah dibuntuti dari jarak jauh, tersangka berhenti dan mengambil sesuatu dari dalam pot yang berada di luar rumah salah satu warga. "Saat itu juga dia kami tangkap," imbuhnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 3 plastik klip masing - masing berisi 5 butir ekstasi, satu paket sabu seberat 20,46 gram, satu sendok makan dan sebuah handphone merek Samsung.

Dalam penangkapan itu, tersangka yang tinggal di Lot Tunduh, Ubud, Gianyar itu tidak berkutik karena terbukti menyimpan sabu dan ekstasi. Tersangka juga mengakui masih ada satu klip yang ketinggalan didalam pot bunga milik warga. Setelah diperiksa kemudian ditemukan satu klip ekstasi.

"Tersangka mengaku hanya disuruh mengambil narkoba oleh Kadek Nusa yang saat ini masih kami kejar. Dia sudah 3 kali disuruh, sekali jalan dikasih ongkos Rp 150 ribu. Tersangka juga mengatakan tidak mengenal Kadek Nusa karena hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon," ungkapnya.

Terkait dengan sebuah sendok yang turut diamankan, diungkapkan sendok tersebut digunakan tersangka untuk menggali karena paket narkoba ditanam di dalam tanah. "Biasanya kan ditempel seperti di tiang listrik atau tiang telepon, ini ditanam, kemungkinan agar tidak diketahui oleh masyarakat. Dari catatan kepolisian, tersangka bukan residivis," jelasnya

Aksi ini sudah dilakukan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 3 minggu terakhir. Pihaknya terpaksa menjadi kurir karena terhimpit kebutuhan hidup. Karena tersangka juga membiayai istri dan kedua anaknya. Sementara jualan baksonya lagi sepi. Tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) Undang - Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia