Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

ORI Berharap Saber Pungli Lebih Fokus Pelayanan Publik di Pemerintahan

16 November 2018, 21: 11: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

ORI Berharap Saber Pungli Lebih Fokus Pelayanan Publik di Pemerintahan

DISKUSI: Kepala Unit Pemberantasan Pungli (UPP) se-Provinsi Bali tengah berdiskusi terkait pemberantasan pungutan liar dan kontribusinya, di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bali, Jalan Melati, nomo 14 Denpasar, Jumat (16/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kepala Unit Pemberantasan Pungli (UPP) se-Bali menggelar pertemuan di Kantor Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Jalan Melati, Denpasar, Jumat (16/11). Mereka diskusi dalam persamaan persepsi terkait pemberantasan pungutan liar dan kontribusinya terhadap peningkatan pelayanan publik. Hasilnya, masing-masing UPP diharapkan lebih selektif lagi agar masuk ke pemerintahan bukan hanya ke desa adat.

Kepala ORI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab menjelaskan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) telah mencermati situasi yang terjadi. Maka pertemuan seluruh Kepala UPP se-Bali dipertemukan agar  tim saber pungli lebih selektif dalam bekerja. “Tadi ada kesimpulan supaya adanya pemilahan mana ranah adat dan ranah dinas. Terkecuali dalam adat ada tindakan pidana, kan lain lagi permasalahannya. Kalau masih adat ya tentu hukum adat yang mengatur,” tandasnya.

Sedangkan tindakan yang selektif tersebut diharapkan lebih mengkhususnya kepada pelayanan publik yang ada di pemerintahan. Umar memberikan contoh seperti dalam pengurusan izin, sekolah-sekolah, pengurusan kependudukan catatan sipil, bila perlu pada razia  bagi pengendara yang dilakukan oleh petugas Polantas.

Dalam kesmepatan itu, dia juga mengungkapkan agar sosialisasi tentang saber pungli gencar dilakukan kepada masyarakat. Kemudian diberitahukan mana yang belum jelas dan mana yang sudah. Salah satunya dengan pungutan yang dilakukan oleh desa adat. Diharapkan juga masing-masing desa adat supaya membuat aturan yang lebih terperinci.

“Desa adat harus buat aturan yang jelas dan terinci, selain itu sesuai dengan aturan yang ada di atasnya. Dimana wilayahnya memerlukan anggaran, dan berapa yang akan dipungut. Karena sampai saat ini masih ada perbedaan tarif hampir di semua wilayah, yang nge-kos ada Rp 50 ribu dan mahasiswa Rp 25 ribu, begitu juga ada yang lebih,” ungkap Umar.

Hasil diskusi bersama masing-masing Kepala UPP dan selaku Wakapolres se-Bali, diharapkan lebih memperhatikan aspek pencegahan. Begitu juga dengan desa adat seharusnya diperkuat dengan anggaran yang dibutuhkan masing-masing desa adat. Yaitu dengan membuat perencanaan rincian kebutuhan, berapa pemasukan, dan berapa yang akan dipungut. Sehingga akan aman-aman saja.

Umar juga memaparkan masing-masing UPP semestinya diperhatikan oleh pemerintah di daerahnya. Pasalnya ada perbedaan anggaran yang diberikan dalam sosialisasi, pencegahan, dan penindakan oleh tim saber pungli. Anggaran tersebut diharapkan dapat memaksimalkan tugas dan fungsi dalam pekerjaaan tim saber pungli melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Terkecil tadi ada dari Karangasem sebanyak Rp130 juta. Anggaran segitu palingan habis di rapat-rapat dan sosialisasi saja. Sedangkan penindakannya tidak bisa karena terbatas anggaran. Kalau Singaraja sebanyak Rp 1 Miliar, itu sudah bisa melakukan pencegahan, sosialisasi dan penindakan,” ungkapnya.

Pada tempat yang sama, Kepala UPP Denpasar, AKBP Nyoman Artana menjelaskan terakit saber pungi yang ada di masing-masing kabupaten akan dilakukan persamaan persepsi. Mulai dari tindakan dan pencegahan yang akan dilakukan pihaknya kedepan. Ia mengatakan beberapa hari lalu telah melakukan tindakan, dan berdampak pada sosial kemudian ditanggapi oleh pemerintah khususnya DPR.

“Kita sebagai penegak hukum, pelaksanaan tugas di lapangan tentu mengacu terhadap undang-undang yang berlaku. Hukum nasional dan adat adalah sebagai pertimbangan dan sesuai kesepakatan. Ombudsman tadi menyampaikan agar tindakan yang telah dilaksanakan lebih giat lagi, sehingga tidak menjadi berkepanjangan,” tandas Wakapolresta Denpasar tersebut. 

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia