Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Sarkofagus Ditemukan di Pedawa

17 November 2018, 10: 59: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dua Sarkofagus Ditemukan di Pedawa

IDENTIFIKASI: Tim dari Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Jaumat (16/11) melakukan identiikasi terhadap Sarkofagus di lahan milik Nyoman Sediku. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng kembali melakukan identifikasi benda cagar budaya. Kali ini dilakukan di Dusun Asah, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar. Identifikasi benda cagar budaya ini dilakukan atas dasar laporan dari masyarakat.

Proses identifikasi dipimpin Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Disbud, Made Subur, Jumat (16/11) siang kemarin.

 Ada tiga lokasi yang disambangi untuk proses identifikasi. Yakni lahan milik Kadek Selamet. Di lokasi ini, menemukan sebuah Sarkofagus yang kondisinya sudah tertanam. Sehingga nyaris tidak terlihat, karena ditumbuhi tanaman liar.

Selanjutnya tim bergerak ke lahan milik Sujana. Di tempat ini tim mengidentifikasi sebuah tugu yang terbuat dari tanah liat. Tugu tersebut ditutupi dengan sejumlah batang bambu dan kondisinya sudah rusak. Dari pengamatan awal, tim menilai tugu ini merupakan peninggalan cagar budaya.

Sedangkan di lahan perkebunan milik Nyoman Sediku, tim juga melakukan identifikasi terhadap sarkofagus yang diduga berusia ratusan tahun. Sarkofagus ini berukuran panjang 1,05 meter x 0,74 meter. Secara kordinat, terletak di posisi 50 L0281819 UTM9088413 dan ketinggian 618 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kondisi sarkofagus di lahan milik Sediku ini dapat dilihat secara kasat mata. Hanya saja batu penutupnya sudah lapuk dan pecah. Sedangkan sarkofagusnya masih utuh dan hanya ditumbuhi lumut kerak.

“Benda ini sebenarnya ditemukan sekitar 10 tahun lalu. Saat itu lahannya sedang dicangkul agar tanahnya gembur. Ternyata ditemukan batu ini. Tetapi kami tidak tahu kalau itu sarkofagus. Cuma baru-baru ini tahu kalau ini sarkofagus,” ujar Wayan Arjana, anak dari pemilik lahan Nyoman Sediku.

Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan, Made Subur membenarkan temuan masyarakat tersebut. “Kami mendapat infomasi dari masyarakat, mereka menemukan sarkofagus. Nah dari informasi itu kami mencoba melakukan identifikasi. Sebelum kami minta bantuan kepada Balai Arkeolgi untuk melakukan identifikasi lanjutan,” ujarnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia