Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sidak Proyek Pasar, DPRD Klungkung Sorot Kontraktor Tutup Akses

17 November 2018, 11: 37: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sidak Proyek Pasar, DPRD Klungkung Sorot Kontraktor Tutup Akses

CEK PROYEK: Anggota Komisi II DPRD Klungkung sidak pembangunan Blok A Pasar Semarapura. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Komisi II DPRD Kabupaten Klungkung Jumat (16/11) kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Blok A Pasar Semarapura. Salah satu yang disorot dalam sidak dipimpin Ketua Komisi II DPRD Klungkung, I Komang Suantara itu adanya penutupan jalan di pasar oleh pelaksana proyek PT Asri Cipta Natha Alam selaku kontraktor yang menggarap proyek. Akses pasar dipenuhi material bangunan.

Suantara mengungkapkan, penutupan akses tersebut dikeluhkan pedagang maupun pengunjung pasar. Pascapembangunan tersebut, mereka tidak bisa masuk ke pasar melalui jalur selatan. “Banyak telephone dan SMS masuk ke saya,” tegas Suantara. Politikus Partai Gerindra itu meminta pelaksana proyek membuka jalan tersebut. “Bagaimana caranya, proyek tidak terganggu. Pedagang maupun pengunjung pasar tetap bisa lewat. Cari alternative,” pinta Suantara saat sidak diterima owner PT Asri Cipta Natha Alam, I Nengah Sudiartana.

Suantara juga minta pelaksana proyek segera memindahkan material bangunan yang ditaruh di jalan itu. Selain menyoroti penutupan jalan, Komisi II mengingatkan pelaksana agar menyelesaikan proyek tepat waktu.  Berdasarkan data yang disodorkan pelaksana ke anggota dewan, pembangunan pasar senilai Rp 10,6  miliar itu harus sudah rampung 12 Desember 2018.Saat ini pengerjaannya sekitar 78 persen.

“Kami ingin serapan anggaran pemerintah bagus. Masyarakat juga tidak dirugikan. Pengerjaan harus on time (tepat waktu). Kualitas juga diperhatikan,” imbuh anggota Komisi II, Gede Artison Andarawata.

Dari pihak pelaksana, I Nengah Sudiartana selaku owner  PT Asri Cipta Natha Alam yang mengerjakan proyek itu, mengatakan bahwa pengerjaan 78 persen sudah sesuai progress. Untuk menghindari keterlambatan, pihaknya memperbanyak pekerja menjadi 149 orang. Termasuk memberlakukan lembur. Itu sudah diantisipasi sejak awal. Sebab waktu pengerjaan sangat singkat, yaitu 4 bulan. Normalnya proyek sebesar itu dikerjakan 6 bulan. “Kami terus lakukan evaluasi, biar tidak molor,” tegasnya.

Sedangkan terkait sorotan dewan soal jalan yang ditutup itu, Sudiartana berjanji dalam waktu sepekan sudah dibuka. Katanya, penutupan jalan tidak sebatas kepentingannya menaruh material. Namun juga untuk keselamatan pengunjung pasar agar tidak mendekat ke lokasi proyek. “Dalam seminggu, kami pindahkan,”  janjinya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia