Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Ini Pejelasan BIN Soal 41 Masjid di Pemerintahan Terpapar Radikalisme

18 November 2018, 09: 20: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Pejelasan BIN Soal 41 Masjid di Pemerintahan Terpapar Radikalisme

Jubir Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto (jawapos.com)

BALI EXPRESS, JAKARTA - Data terkait berita "BIN : 41 Masjid Di Lingkungan Pemerintah Terpapar Radikalisme"  merupakan hasil survei terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah. Survei dilakukan oleh P3M NU yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Arief Tugiman, Kasubdit di Direktorat 83 BIN,  dalam diskusi Peran Ormas  Islam dalam NKRI, di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jakarta, Sabtu (17/11).

Keberadaan masjid di Kementrian/Lembaga dan BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah-ceramah agama tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan.

“Hal tersebut adalah upaya BIN  untuk memberikan early warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan,” kata Jubir Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto dalam siaran pers yang diterima Koran ini.

Selanjutnya dilakukan pemberdayaan Da'i untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukkan dan mengkonter paham radikal di masyarakat.

Terkait tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terpapar radikalisme, dan 39 persen mahasiswa di 15 Provinsi tertarik dengan paham radikal, menurut Wawan Hari Purwanto memang benar adanya.

“Namun data PTN dimaksud hanya disampaikan kepada Pimpinan Universitas tersebut untuk evaluasi, deteksi dini dan cegah dini, tidak untuk konsumsi publik, guna menghindari hal-hal yang merugikan universitas tersebut,” katanya.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia