Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Politik

BIN Tak Menyuap Ormas Mahasiswa agar Tak Kritis terhadap Pemerintah

18 November 2018, 09: 59: 18 WIB | editor : I Putu Suyatra

BIN Tak Menyuap Ormas Mahasiswa agar Tak Kritis terhadap Pemerintah

Jubir Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, JAKARTA - Belakangan beredar kabar minta klarifikasi di Twitter Joko Edy Abdurrahman (mantan DPR-RI) bahwa  Kepala BIN menyuap beberapa Ormas Mahasiswa (PB HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhi, KMHDI) yang masing-masing  mendapat Rp 200 juta per bulan, Ketua PB mendapat Rp 20 juta per bulan.  Kabarnya Ormas mahasiswa ini diminta untuk atas nama organisasi agar tidak mengkritisi dan oposan terhadap pemerintahan Jokowi minimal sampai Oktober 2019, dan ada penggelontoran dana untuk deklarasi. Hal itu langsung ditanggapi oleh BIN.

“Isu tersebut tidak benar dan mendiskreditkan pemerintah, dalam hal ini BIN,” kata Jubir Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto.

Menurutnya, BIN tidak melarang siapa pun mengkritisi pemerintah. Sebab kritik dan saran adalah sarana evaluasi untuk kemajuan bangsa. Namun kritik harus ada data dan fakta serta diberikan solusi.

“Selama ini kritik dan saran terus terjadi dan tidak masalah, sebab ada hak jawab yang  diberikan UU secara berimbang (cover both side),” katanya.

Munculnya berbagai Ormas Relawan adalah kehendak masyarakat untuk berserikat dan berkumpul secara sukarela. Tidak perlu didorong oleh siapa pun termasuk BIN, dan itu sah menurut UU.

“Ormas bebas menyuarakan sesuatu namun tetap harus bertanggung jawab, bukan hoax, bukan fitnah, sebab  mereka dapat terkena sanksi berdasarkan UU ITE,” katanya.

Berbagai deklarasi terjadi  di Indonesia, kata dia, adalah tanggung jawab pengurus organisasi yang bersangkutan. Deklarasi tumbuh atas simpati rakyat berdasar pilihan untuk mendukung Capres-cawapres masing-masing. Tidak ada paksaan dalam menentukan pilihan dukungan tersebut.

BIN membebaskan seluruh Ormas dan warga negara untuk melakukan  deklarasi maupun kampanye  selama tidak melanggar UU.

“Jadi berita yang menyatakan BIN menyuap Ormas Mahasiswa agar tidak kritis kepada pemerintah adalah hoax,” tegasnya.

(bx/ima/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia