Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Features
Sanggar Haridwipa Gamelan Grup Tabanan

Tampil Tanpa Latihan Berkolaborasi dengan Penonton

18 November 2018, 19: 38: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tampil Tanpa Latihan Berkolaborasi dengan Penonton

KOLABORASI: Pementasan Bali Kreatif Performance, Sanggar Haridwipa Gamelan Grup Tabanan berkolaborasi dengan penonton di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Sabtu (17/11). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pelaksanaan Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III dimeriahkan oleh Sanggar Haridwipa Grup Tabanan. Terdapat empat garapan yang ditampilkan di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Sabtu malam (17/11). Pada penampilan terakhir mereka berkolaborasi dengan para penonton yang sebelumnya tanpa latihan.

Pemilik Sanggar Haridwipa, I Gusti Nengah Hari Mahardika menjelaskan generasi muda sudah seharusnya bisa berekspresi. Sebanyak 90-an anak-anak di sana tampil dengan garapan yang bertema Bali Creative Performance.

“Anak-anak muda harus bisa berkarya dan berbagi, sehingga saya ajak mereka untuk mengekspresikan dirinya di sini melalui seni musik,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Gusti Mahardika mengaku garapan yang melibatkan anak-anak dalam jumlah banyak itu  juga menghasilkan empat garapan. Garapan tersebut terdiri atas Anunggal Satunggal, Liang, Briak Briuk Nyilem, Tingkah dan Solo Dwet Sumber. Setiap anak sudah tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, hal itu membuatnya harus menyesuaikan kemampuan anak-anak dengan garapan yang akan ditampilkan. “Jadi anak-anak tampil dengan garapan yang sesuai sama kemampuan mereka masing-masing,” terang Gusti Mahardika.

Terdapat tiga garapan yang dipilih untuk disesuaikan dengan karakteristik anak-anak, diantaranya Anunggal Satunggal, Liang, dan Briak Briuk Nyilem. Dalam penciptaannya Hari Mahardika  membangkitkan lagu-lagu anak masa lalu khususnya karya Samar Gantang. Uniknya lagi, pada garpan terakhir yang bertajuk Tingkah dan Solodwet menyatukan penampil dengan para penonton. Lantaran tanpa latihan, mereka berkolaborasi dengan musik dan diiringi dengan gerakan.

“Untuk garapan terakhir kita membuat percobaan musik tanpa latihan sebelumnya, kita membuat penonton merespons dengan hanya menggunakan gerak dan loncatan seperti games dalam konteks nada,” jelas dia.

Lanjutnya, dikatakan terdapat kesan yang berbeda pada pelaksanaan Nawanatya tahun ini. Dikarenakan sebelumnya seniman senior sekarang menampilkan yang anak-anak, sehingga pesannya sebagai lintas generasi. Terlebih memadukan garapan dengan para penonton yang tanpa disetting atau latihan sebelumnya. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia