Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Proses Packing Lambat, Manggis Ekspor dari Tabanan Tak Memuaskan

18 November 2018, 20: 35: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Proses Packing Lambat, Manggis Ekspor dari Tabanan Tak Memuaskan

MANGGIS : Kondisi manggis petani di Pupuan yang akan diekspor. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Adanya peraturan baru dalam proses ekspor buah manggis khususnya buah manggis asli Tabanan membuat kualitas buah manggis yang sampai di negara tujuan tidak memuaskan. Hal ini dikhawatirkan dapat negara tujuan tidak puas dan tidak mau lagi menerima manggis dari Tabanan.

Salah seorang petani manggis, I Komang Suarsana, asal Banjar Dinas Sasaan, Desa Bantiran ,Kecamatan Pupuan, Tabanan mengatakan bahwa saat ini pihaknya memang menghadapi kendala, yakni kulitas buah manggis yang tidak memuaskan saat sampai di negara tujuan. "Sebenarnya ekspor tidak masalah, hanya saja kualitas manggis saat sampai negara tujuan tidak memuaskan," ungkapnya Minggu (18/11) kemarin.

Menurutnya hal itu terjadi karena penanganan yang lamban, dimana manggis harus menjalani packing house terlebih dahulu, kemudian baru diterbangkan. Jadi setelah disortir oleh petani manggis, buah manggis masih harus melalui proses yang dipanjang, alias tidak langsung dikirim. "Seharusnya dari pengepul sore hari setelah sortir masuk gudang induk dibersihkan, dibunuh semutnya, dikasi penyegar lalu masuk pendingin atau langsung ke bandara untuk dikirim ke negara tujuan, itu maximal 1 hari sudah kelar," jelasnya.

Namun sekarang kondisinya berbeda, karena dari pengepul masuk gudang, lalu di packing house, pembersihan penyemprotan, sampai di karantina di cek ulang, sehingga membutuh waktu 2 kali lipat baru kemudian diterbangkan. "Dan saya rasa penanganan dikarantina kurang baik, karena cuaca panas tanpa pendingin menyebabkan manggis rusak," imbuhnya.

Ia menyebutkan kondisi tersebut baru kali ini dialaminya, karena tahun-tahun sebelumnya proses ekspor berjalan lancar. Hal ini menyebabkan eksportir merugi yang berdampak pada harga buah manggis dikalangan petani yang anjlok. "Bertahun-tahun jadi petani baru kali menghadapi situasi seperti ini, semoga kedepan kondisinya membaik," tandasnya.

Hal serupa disampaikan petani lainnya, I Wayan Sutirka. Menurutnya adanya sistem pengemasan baru membuat pihaknya tidak bisa mengirim manggis dalam volume banyak. Bahkan dengan sistem yang baru ini buah manggis terlalu sering dibontang banting sehingga kualitas manggis tidak baik. "Dulu kami kirim manggis sebelum ada aturan seperti sekarang itu bisa 3 sampai 4 kontainer per hari, sekarang seakan dipersulit oleh pihak karantina," ujarnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia