Kamis, 24 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Buron Tiga Tahun, Pelaku Coblos Ban Dibekuk

19 November 2018, 09: 30: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Buron Tiga Tahun, Pelaku Coblos Ban Dibekuk

LICIN: Tim Polres Badung berhasil menangkap pelaku coblos ban (duduk) setelah lama buron. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Unit Opsnal Polres Badung akhirnya menghadiahi dua timah panas di kedua kaki pelaku pencurian spesialis coblos ban Muhamad Dul alias Dul asal Desa Grati Kecamatan Sumbersuko Lumajang pada Minggu (18/11). Saat ini pelaku sedang dalam perjalanan dari Jawa menuju Bali. Pelaku adalah residivis spesialis coblos ban yang sudah tiga tahun menjadi buruan polisi.

"Modusnya pelaku melakukan pencurian modus coblos ban dengan memasang paku. Salah satu korbannya perempuan asal Rusia Elena Aristarkhova, 46, yang saat itu tengah melintas di Jalan Raya Kerobokan tepatnya di depan Warung Babi Guling Sari, Kerobokan," terang Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan pada Minggu (18/11).

Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya pada Rabu (24/5) pukul 16.00 tersebut, dengan bukti lapor LP-B/186/V/2018/BALI/RES BDG/SEK KUTA UTARA pada Rabu (24/5). Setelah pihak petugas menyelidiki kasus ini, pelaku diamankan dirumahnya. "Tim bergerak dan menggrebek rumah tersebut serta menangkap pelaku," imbuhnya.

Pelaku mengakui sudah melakukannya di beberapa TKP di antaranya di daerah Kerobokan dengan korban warga negara asing. Pelaku berhasil menggondol uang Rp 8 juta. Sementara di seputaran Ubung mengambil tas warna hijau yang berisikan uang sebesar Rp 18 juta. Di TKP Ubud Gianyar, pelaku mengambil handphone Samsung dan uang Rp 2 juta.

Lalu TKP di Ubud Gianyar memgambil tas warna hitam yang berisikan uang Rp 7 juta dan buku-buku bacaan. TKP di Kerobokan pelaku mengambil tas cokelat yang berikan uang Rp 4 juta dan buku kamus. Dan TKP terakhir yang diakuinya di Banjar Semer Kerobokan dengan tas warna hijau yang berisikan uang Rp 18 juta, paspor dan perhiasan emas. Barang bukti ini kemudian dibawa oleh salah satu rekannya yang bernama Neri. Sementara dua orang rekannya Rizal dan Neri sudah lebih dulu diamankan pada dua bulan lalu.

"Pelaku melakukan aksinya dengan beberapa temannya Rizal, Neri dan Sori. Jadi ada yang memasang paku, menjadi pemetik dan joki. Sementara pelaku ini sebagai tukang pasang paku. Korbannya selalu warga asing. Masih kami lakukan pengembangan," ungkapnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia