Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Korsleting Listrik, Rumah Terbakar di Tabanan

19 November 2018, 09: 50: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Korsleting Listrik, Rumah Terbakar di Tabanan

KEBAKARAN : Kondisi bangunan rumah pasca mengalami kebakaran, Sabtu (17/11). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Di Kabupaten Tabanan Sabtu (17/11) terjadi dua peristiwa kebakaran. Pertama di Banjar Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, sekitar pukul 16.30 Wita. Yang terbakar rumah permanen 6 x 10 meter milik I Putu Andre, 25.

Saat kejadian seorang tetangga korban melihat dari arah timur pada jarak sekitar 10 meter asap dan api di bagian atap rumah korban. Sedangkan bagian rumah paling barat sudah ludes dilalap api. Atas kejadian tersebut saksi kemudian minta tolong kepada warga lain untuk memadamkan api. Fengan peralatan seadanya masyarakat menolong memadamkan api agar api tidak cepat merambat ke bangunan lainnya.

Sebuuah TV 21 inch merk Samsung, satu buah kulkas satu pintu merk Samsung, tiga buah spring bed, lima buah almari pakaian serta perhiasan emas berupa kalung, cincin dan subeng total 24 gram ikut terbakar. Dengankerugian hingga Rp 400 juta. Diduga kebakaran disebabkan konsleting listrik pada cuk magicom dapur.

Hal tersebut dikuatkan dengan hasil olah TKP dimana ruangan dengan puing-puing sisa bangunan yang paling hangus dan remuk di dapur korban. Dan tembok tengah bagian timur dapur terdapat cuk magicom yang sudah dalam keadaan terbakar. "Diduga di cuk tersebut terjadi konsleting listrik. Yang langsung menyambar ke atas plapon. Dimana barang barang yang ada di bagian bawah dari cuk masih utuh seperti kompor gas. Sedang bagian atasnya ludes dan hangus," ungkap Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Gede Surya Kusuma.

Kebakaran kedua terjadi di Banjar Dinas Penebel Kaja, Desa Penebel, Kecamatan Penebel sekitar pukul 17.00 Wita. Rumah permanen style Bali berukuran 12 x 7 meter milik I Made Surita, 60, tersebut pertama kali diketahui terbakar oleh salah seorang warga. Warga tersebut selanjutnya memberitahu I Wayan Wirawan, 40, yang merupakan anak korban. Ketika itu Wirawan yang tengah berada dikandang ternak ayam miliknya diberitahu oleh warga bahwa atap rumah milik orng tuanya terbakar, selanjutnya Wirawan menuju ke tempat tersebut dan berusaha memadamkam api di bantu oleh warga dan petugas pemadam kebakaran. 

Ketika itu yang ada dirumah hanya orang tua Wirawan yang kondisinya sudah pelupa alias pikun. Beruntung orang tuanya berhasil diselamatkan hanya saja bangunan rumah beserta isinya seperti 3 buah kasur, 6 buah lemari, 2 buah TV, 1 set sofa ludes terbakar. Korban pun diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 300 juta.

Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya yang dikonfirmasi Minggu (18/11) membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan setelah melakukan olah TKP diduga kebekaran disebabkan karena konsleting arus listrik. "Penyebab sementara diduga akibat konsleting arus listrik," tegasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia