Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Razia Kafe di Singaraja, Polisi Temukan Pekerja di Bawah Umur

19 November 2018, 09: 59: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Razia Kafe di Singaraja, Polisi Temukan Pekerja di Bawah Umur

RAZIA: Jajaran Polsek Kota Singaraja saat mengobok-obok sejumlah cafe di kawasan Singraja Sabtu (17/11) malam hingga Minggu (18/11) dinihari.. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SINGARAJA- Sejumlah tempat hiburan malam diobok-obok jajaran Polsek Kota Singaraja, Sabtu (18/11) malam. Dari lima cafe dan satu diskotik yang didatangi, polisi mengamankan lima orang pengunjung lantaran tanpa mlengkapi diridengan identitas.

Razia dimulai Sabtu (17/11) malam hingga Minggu (18/11) dinihari, dipimpin Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma. Tim yang diterjunkan merupakan persiapan jelang operasi PEKAT (Penyakit Masyarakat) sedianya akan dilaksanakan pada pekan mendatang.

Razia digelar menyasar enam lokasi. Dimulai dari Cafe Ana, Cafe Mr.Big, Cafe Big, Cafe The Dari, Cafe Kyu serta Discotic Vulkano. Selama empat jam, Tim memeriksa satu per satu waitress, pengunjung kafe dan diskotik. Pemeriksaan meliputi barang bawaan serta identitas diri dari pekerja hingga pengunjung kafe. Petuga juga melakukan tes urine terhadap waitress.

Menariknya,  saat petugas merazia Cafe The Dari di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, keributan kecil tak terhindarkan. Kisruh itu terjadi lantaran pengelola tempat hiburan memberikan penjelasan berbelit-belit di hadapan petugas saat ditanyakan kelengkapan surat izin cafe. Kala itu, pengelola cafe menunjukkan surat izin sudah kadaluwarsa.

Selain itu, tempat hiburan tersebut diduga memperkerjakan anak yang masih dibawah umur.  Penjelasan pengelola tempat hiburan berbelit-belit itupun tak pelak  memancing emosi Kapolsek Wiranata Kusuma. "Tes urine nihil, namun ada tiga waitress di The Dari tidak bisa menunjukkan KTP atau Kipem. Kami menduga mereka (waitress) itu masih dibawah umur. Sudah, kami sudah dokumentasikan,” ujar Kapolsek Kompol Wiranata, Minggu siang.

Selanjutnya, pihak pengelola Cafe The Dari diminta datang ke Mako Polsek Singaraja, Senin (19/11). Mereka diminta untuk menunjukkan surat izin sekaligus identitas waitressnya. “ surat izin diperlihatkan itu kan sudah kadaluwarsa. Pengakuan pengelola kelengkapan surat ijin dibawa oleh pemilik yang katanya masih sedang di Denpasar," imbuhnya.

Sementara itu, lima orang pengunjung cafe tanpa identitas sempat diamankan di Mapolsek Kota Singaraja.  Selanjutnya, pihaknya akan berkordinasi dengan Satpol PP Pemkab Buleleng karena melanggar administrasi kependudukan untuk mendapatkan pembinaan.

Di sisi lain, Kapolsek Wiranata Kusuma menyebut jika tim yang mengobok-obok cafe tersebut merupakan Tim Street Lion. Tim yang dibentuk bertujuan untuk menindak maraknya aksi jalanan meresahkan masyarakat, termasuk melakukan penertiban terhadap penduduk pendatang.

“Tim Street Lion dibentuk sebagai upaya menekan kasus kejahatan jalanan, pastinya agar memberikan rasa nyaman kepada masyarakat terhadap isu-isu meresahkan," jelasnya. Saat bertugas, Tim Street Lion Polsek Singaraja dilengkapi dengan perlengkapan terbaik. Seperti senjata laras panjang, sepeda motor Kawasaki berkapasitas 150 cc.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia