Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Penganiayaan Subakti ternyata Paranoid karena Pengaruh Narkoba

19 November 2018, 10: 49: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Penganiayaan Subakti ternyata Paranoid karena Pengaruh Narkoba

I Gede Ariawan (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Motif penganiayaan terhadap Made Subakti, 64 yang dilakukan I Gede Ariawan, 38 akhirnya terkuak. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga mengalami paranoid lantaran dalam pengaruh obat terlarang. hingga nekat memukul korban dengan besi sepanjang satu meter Jumat (16/11) lalu.

Kapolsek Sawan AKP Ketut Wisnaya menjelaskan, pelaku Ariawan terbukti mengkonsumsi narkoba seminggu sebelum melakukan aksinya. Bukti itu diperkuat dengan hasil tes urin yang dilakukan Polsek Sawan terhadap pelaku saat menjalani pemeriksaan. Pelaku positif mengkonsumsi narkoba.

Selain hasil tes urin, polisi juga mendapat informasi dari masyarakat, kalau pelaku memang merupakan pemakai (pecandu, Red). Bahkan sebelum kejadian pelaku dikabarkan sempat mau membakar rumahnya.

“Dari kronologis memang tidak logis, pelaku tanpa sebab tiba-tiba saja memukul orang yang tidak dikenal tanpa ada masalah. Nah dari sana penyidik berinisiatif melakukan tes urine terhadap pelaku. Ternyata hasilnya positif,” ujar AKP Wisnaya, Minggu (18/11) siang.

Indikasi paranoid yang dialami pelaku sebut AKP Wisnaya, terjadi saat korban Made Subakti memanggil rekannya sambil berteriak di Banjar Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Kala itu korban memang mendatangi rumah temannya yang posisinya bertetangga dengan pelaku.

Diduga, korban yang berteriak memanggil temannya inilah selolah-olah dianggap hendak menyerang pelaku.“Nah saat korban memanggil-manggil temannya sambil berteriak itulah pelaku langsung marah. Mungkin pelaku menilai korban meneriaki dirinya. Padahal korban hendak memanggil temannya. Dari sana pelaku emosi dan mengambil besi berbentuk pipih sepanjang satu meter untuk memukul korban,” imbuhnya.

Atas dugaan penyalahgunaan narkoba ini, penyidik Polsek Sawan selanjutnya melimpahkan kasus penganiayaan berat tersebut ke Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng. Bahkan status pelaku sudah berubah menjadi tersangka dan dilakukan penahanan sejak Sabtu (17/11) lalu.

“Jadi karena terbukti  menggunakan narkoba, ya kasus dilimpahkan ke Sat Narkoba untuk penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut. Tetapi kalau unsur pidananya yang menyangkut penganiayaan berat menjadi urusan kami (Polsek Sawan, Red),” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Made Subakti sempat dilarikan ke RS Kertha Usada Singaraja lantaran kepalanya luka akibat dihantam dengan besi satu meter, pada Jumat (16/11) sekira pukul 10.30 wita. Korban dianiaya Gede Ariawan,38. Peristiwa terjadi saat korban tengah melintas tepat di depan rumah pelaku, di Banjat Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng  dengan mengendarai sepeda motor.

Waktu itu, korban Subakti berniat mendatangi rumah temannya, yang kebetulan menjadi tetangga pelaku. Akibat perbuatannya, pelaku Ariawan dijerat dengan Pasal 351 tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia