Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Festival Teluk Gilimanuk Jadi Agenda Tahunan

19 November 2018, 11: 01: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Festival Teluk Gilimanuk Jadi Agenda Tahunan

SAMPAN HIAS : Puluhan sampan hias dengan tema Wisata Budaya Nusantara memadati areal Teluk Gilimanuk, meriahkan Festival Teluk Gilimanuk. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, JEMBRANA - Kawasan Teluk Gilimanuk  yang indah dan menyimpan banyak potensi pariwisata, terus diberdayakan. Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggelar Festival Teluk Gilimanuk (FTG) untuk kedua kalinya, setelah sukses di tahun sebelumnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, Festival Teluk Gilimanuk digelar selama tiga hari, mulai 16-18 November 2018. Festival diisi dengan berbagai kegiatan sosial, perlombaan, serta kesenian, dan hiburan khas dari Bumi Mekepung Jembrana. Acara dibuka  langsung Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, I Gusti Putu Mertadana mewakili Bupati Jembrana, ditandai dengan pemukulan kulkul, Jumat (16/11) lalu. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Bali, Asisten Administrasi Umum, I Nengah Ledang, pimpinan OPD di lingkup Jembrana, serta unsur Forkopimda Jembrana.


Tarian Cempaka Putih dan Tari Mekepung  menjadi suguhan awal yang menawan, disaksikan  ribuan masyarakat yang antusias hadir. Dalam acara pembukaan tersebut, juga  dijadikan momen untuk melaunching lagu 'Mars Pulau Kalong' yang  dibuat tahun 1992, yang kini dinyanyikan ulang sebagai bentuk promosi.


Turut ditampilkan juga kesenian khas Banyuwangi, Gandrung, kemudian  dilanjutkan dengan penampilan Lawak Buleleng, Atraksi Snake Show serta beberapa penampilan dari band lokal Jembrana.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, I Nengah Alit mengatakan, Festival Teluk Gilimanuk  yang digelar selama tiga hari, juga diisi dengan kegiatan aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan sekolah yang ada di Melaya dan masyarakat sekitar Gilimanuk, dilanjutkan dengan Edukasi Terumbu Karang oleh Taman Nasional Bali Barat. Selain itu, ada  Lomba Sampan Hias, Sampan Dayung, dan Lomba Sampan Layar. “Saat malam hari  dimeriahkan hiburan band-band lokal, lawak bali, dan orkes dangdut,” ujarnya.


Sementara itu, mewakili Bupati Jembrana, I Putu Artha, Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, I Gusti Putu Mertadana saat membuka Festival Teluk Gilimanuk mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu even  tahunan yang diselenggarakan guna mempromosikan keindahan alam, seni budaya, dan kuliner khas Jembrana.  Keindahan panorama alam dan biota bawah laut Teluk Gilimanuk ini, lanjutnya, sudah tersohor hingga ke mancanegara, terutama  bagi   para pecinta diving dan snorkeling yang mengenalnya  dengan nama 'Secret Bay' atau teluk yang menyimpan rahasia keindahan yang menarik untuk dieksplorasi. “ Festival Teluk Gilimanuk ini kami adakan sebagai promosi daya tarik wisata  agar  wisatawan makin tertarik datang ke Teluk Gilimanuk,” pungkasnya.

Lomba Sampan Berdayakan Nelayan

Memasuki hari kedua, Festival Teluk Gilimanuk 2018 diisi dengan berbagai perlombaan, salah satu yang menarik adalah pemberdayaan para nelayan lewat perlombaan Sampan Hias yang dilaksanakan di area Teluk Gilimanuk. Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan, I Nengah Alit mengatakan, Lomba Sampan Hias kali ini mengambil tema nuansa Wisata Budaya Nusantara, diikuti 17 peserta. Selain itu, digelar pula Lomba Sampan Dayung dengan jumlah 15 peserta yang merupakan kelompok nelayan setempat. “Ada lima  kriteria dalam penilaian lomba, yakni keamanan, bahan yang dipakai menghias (daur ulang, organik), keharmonisan (pakaian,hiasan), ekspresi pengemudi dan pendukung, serta kreativitas,” ujarnya.


Nengah Alit berharap, dengan digelarnya Lomba Sampan serangkaian Festival Teluk Gilimanuk ini, dapat mempromosikan pariwisata di Jembrana, khususnya di Teluk Gilimanuk. “Jembrana sejatinya memiliki banyak potensi pariwisata, sehingga dengan gelaran Festival Teluk Gilimanuk ini bisa menjadi salah satu sarana promosi yang efektif,” terangnya.


Sementara itu, salah seorang peserta Lomba Sampan Hias, Gede Riwut, 46, yang menghias sampannya dengan tema Jalak Bali, mengatakan, sudah mempersiapkan dari jauh hari untuk menghias sampannya.  Ia mengungkapkan, dipilihnya tema Jalak Bali untuk menghias sampannya, karena sesuai dengan konsep Bali yaitu Tri Hita Karana. “Kami berharap perlombaan ini bisa lebih baik dan besar dengan mengikutsertakan peserta dari luar Bali,” pungkasnya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia