Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Ada Bunga Bangkai Tumbuh di Bantaran Tukad Bindu

20 November 2018, 19: 43: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada Bunga Bangkai Tumbuh di Bantaran Tukad Bindu

BUNGA: Tampak bunga bangkai yang muncul di areal Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar, Selasa (20/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pengunjung di Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar sejak tiga hari lalu dikejutkan oleh penemuan tumbuhnya bunga bangkai. Anehnya, bunga bangkai berdiameter sekitar 25 centimeter itu tidak berbau, namun didatangi banyak lalat hijau. Saat koran ini mendatangi lokasi, Selasa (20/11), bunganya sudah mulai layu dan dipagar oleh warga menggunakan bambu.

Salah satu warga setempat, I Made Gede Duaja mengaku sejak tumbuhnya bunga tersebut sama sekali tidak tahu jika itu bunga langka. Pasalnya tumbuhnya  itu dikatakan seperti pohon umbi keladi. "Saya memang sering parkir dekat tumbuhnya bunga itu, tapi saya tidak sadar sejak lima hari lalu. Kemudian saat kembang-kembangnya dua hari lalu baru saya sadar itu bunga bangkai," terangnya.

Duaja mengaku kepada Bali Express (Jawa Pos Group) setelah sadar, ia langsung melaporkan kepada kepala lingkungan setempat. Supaya tidak dirusak oleh masyarakat atau pengunjung, pihaknya kemudian membuatkan pagar dari bahan bambu. Sampai saat ini bunga itu sudah mulai layu.

"Kalau berbau sih tidak, hanya saja lalat yang datang ke sana banyak sekali. Khususnya lalat warna hijau itu, selama saya tinggal di sini bunga semacam itu baru pertama kali saya lihat," terang dia.

Bunga yang dirasa cukup langkah ini beberapa warga langsung mengabadikan dengan kamera dan mempostingnya ke media sosial. Sehingga tak sedikit pengunjung yang ada di sana sengaja melihat bunga tersebut. Tampak juga beberapa orang mengambil kamera dan berpose mengabadikan momen langka itu yang muncul di bantaran Tukad Bindu.

Duaja menambahkan, tumbuhnya bunga tersebut dikatakan pengaruh cuaca yang habis hujan dan kembali menjadi panas. Sehingga membuat bunga itu tumbuh ke permukaan lantaran lokasinya lembab dan berada di areal tegalan. Sampai saat ini bunga itu masih dipagari, dan dikatakan masih akan tetap hidup hingga tiga hari kedepan. 

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia