Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Tirtawan Teriak Dana Sertifikasi Guru Ngadat

20 November 2018, 20: 40: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tirtawan Teriak Dana Sertifikasi Guru Ngadat

Nyoman Tirtawan (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ketika pemerintah mengaku pro dengan pendidikan, bahwa wajib anggaran 20 persen untuk pendidikan. Namun prakteknya sangat kacau, buktinya sampai saat ini sudah dua bulan lebih para guru SMA/SMK tidak menerima dana sertifikasi. Pendapatan guru malah tidak digarap secara serius, alias dibiarkan ngadat sangat lama.

Menurun Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan masalah guru adalah masalah sangat besar. Dia mengatakan, mereka tugas untuk mendidik, namun ketika hak – hak mereka tidak diselesaikan dengan bagus, jelas akan menjadi masalah besar dalam dunia pendidikan negeri ini. “Saya heran mendengar, ketika hak – hak guru diabaikan, mereka sebagai pendidik. Generasi bangsa ini tergantung di tangan pendidik,” kata Tirtawan.

Dia mendapatkan keluhan dari para guru SMA/SMK di Buleleng. Sampai saat ini mereka tidak menerima dana sertifikasi guru, yang mereka harus terima. Kondisi ini membuat resah jajaran guru di Buleleng. “Ini membuat resah, sudah lebih dari dua bulan tidak kunjung cair. Bagi kami, ini masalah sangat serius. Mestinya hal – hal menyangkut kepentingan orang banyak, mesti diutamakan untuk tuntas,” kata politisi asal Bebetin, Buleleng ini.

Tirtawan mengaharapkan Dinas Pendidikan Bali untuk serius bekerja. Jangan selalu hal – hal seperti ini menjadi masalah. Masalah guru SMA/SMK jelas menjadi tanggungjawab dan wewenang Provinsi Bali, mestinya langsung peka yang seperti ini. “Kami mengharapkan agar Gubernur Bali peka dengan kondisi ini. Apalagi Pak Gubernur mantan pendidik, mantan Anggota Komisi  X yang membidangi masalah pendidikan,” tegasnya.

“Kalau bisa Gubernur rombak saja jajaran pejabat di Dinas Pendidikan. Sepertinya tidak pernah sepi masalah, apalagi masalah dana sertifikasi guru, bolak – balik terus masalah,” harapnya.

Tirtawan juga mengatakan jajaran UPT Pendidikan di Kabupaten/Kota mesti bekerja optimal. “Kalau mau santai, jangan kerja. Berhenti saja jadi PNS, digaji Negara kok kerjanya nggak becus. Sampai ngadat dua bulan,” kata politisi Nasdem ini.

Bagi Tirtawan tidak hanya di Buleleng terjadi hal seperti ini. Dia yakin terjadi di seluruh Bali. “Mohon dituntaskan segera, kasihan mereka hidup dari gaji dan dana sertifikasi ini, kalau mau pendidikan bagus, pendidiknya mesti diperhatikan bagus,” pungkasnya. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia