Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Maling Acak-Acak Rumah di Kintamani, Hanya Dapat Rp 300 Ribu

21 November 2018, 08: 34: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Maling Acak-Acak Rumah di Kintamani, Hanya Dapat Rp 300 Ribu

OLAH TKP : Polisi dari Polsek Kintamani melakukan olah TKP di rumah I Made Tumpuk, 57, yang diacak-acak maling pada Senin (19/11). (HUMAS POLRES BANGLI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI – Aksi maling yang menyasar rumah I Made Tumpuk, 57, di Desa Daup, Kintamani benar-benar nekat. Pasalnya aksi maling tersebut dilakukan pada siang bolong saat rumah dalam keadaan kosong. Syukurnya dalam aksinya itu, berhiasan dan uang tunai Rp 10 juta milik korban selamat, setelah ditaruh di tempat tersembunyi.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi yang dihubungi kemarin (20/11) mengungkapkan, aksi pencurian tersebut berawal ketika korban bersama istrinya Ni Nengah Pasti, 55, pada Senin (19/11) pagi sekitar pukul 09.00 berangkat ke ladang. Saat mereka pergi kondisi rumahnya dalam keadaan kosong, namun oleh korban semua pintu rumah sudah lebih dulu dikunci. Mengingat di hari yang sama, sang anak juga tidak ada di rumah, lantaran masih berada di Singaraja, Buleleng, dan bakal berlanjut kerja ke Binyan.

“Tak lama kemudian, setelah anak korban (I Wayan Santep Budiawan, 30, red) itu balik dari kerja di Binyan, anak korban ini langsung pulang ke rumahnya sekitar pukul 13.30,” ucap Sulhadi.

Namun baru sampai di depan rumah mereka, Budiawan menyadari ada yang aneh dengan kondisi rumahnya. Selain tidak ada orang sama sekali, keadaan dalam rumah juga sudah acak-acakan. Tidak itu saja pintu depan rumahnya juga terlihat bekas dicongkel seseorang.

“Karena curiga, anak korban ini memilih tidak masuk ke dalam rumah, dan mencari kedua orang tuanya yang ada di ladang mereka. Selain itu, sekitar pukul 14.30 anak korban memilih melaporkannya ke Polsek Kintamani,” sambungnya.

Tak lama setelah laporan korban, sejumlah personel kepolisian dari Polsek Kintamani langsung menuju ke lokasi kejadian. Kedatangan mereka selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus digunakan pihak keluarga untuk mengecek kondisi di dalam rumah.

“Dari pengecekan yang dilakukan korban, uang tunai sebesar Rp 10 juta, serta sejumlah perhiasan yang ditaruh di kamar tidur dan kamar tamu, barangnya masih utuh. Karena sebelumnya korban memang sengaja menaruh pada tempat tersembunyi. Namun hasil pengecekan di dalam dapur yang juga dicongkel pelaku, uang sebesar Rp 300 ribu sudah tidak ada di tempatnya,” bebernya.

Disinggung mengenai pelaku pencurian tersebut, Sulhadi menjelaskan, proses penyelidikan masih terus dilakukan penyidik Polsek Kintamani. Selain mengumpulkan keterangan saksi, polisi juga turut menyisir areal di sekitar rumah, dan mencari jejak pelaku.

“Untuk pelaku masih diselidiki. Nanti tunggu saja hasilnya,” pungkas Sulhadi, seraya menyebut kerugian yang dialami korban sebesar Rp 300 ribu. 

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia