Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Korupsi Rp 1,9 M, Dua Terdakwa Korupsi PNPM Rendang Diadili

22 November 2018, 07: 28: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Korupsi Rp 1,9 M, Dua Terdakwa Korupsi PNPM Rendang Diadili

DAKWAAN: Dua terdakwa kasus korupsi PNPM Rendang, Karangasem, masing-masing Ni Wayan Murtiani alias Bebel (berperawakan kecil) dan Ni Ketut Wartini alias Gembrod (berperawakan besar) usai menjalani sidang pertama di Pengadilan Tipikor Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Sidang kasus korupsi PNPM Kecamatan Rendang, Karangasem, senilai Rp 1,9 miliar dengan terdakwa Ni Wayan Murtiani alias Bebel,47, dan Ni Ketut Wartini alias Gembrod, 39, mulai bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, kemarin (21/11).

Sidang yang dipimpin Hakim Wayan Sukanila mengagendakan pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Karangasem.
Kedua terdakwa menjalani sidang secara bergantian. Sebab, kasus mereka berlainan dan diberkas secara terpisah. Namun, modus yang diterapkan kedua terdakwa sama. Yakni, sama-sama membuat kelompok fiktif agar bisa mencairkan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang jadi program bergulir PNPM.

Sesuai surat dakwaan, tim penuntut umum yang dipimpin Kasi Pidsus Kejari Karangasem, Andri Kurniawan, menerapkan dakwaan subsideritas yang merujuk pada Undang-Undang Pemberantasan Tipikor berikut perubahannya.

Pada dakwaan primer, keduanya didakwa melakukan tindak pidana dalam Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara dalam dakwaan subsider, kedua terdakwa diduga melakukan Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam surat dakwaan, Ni Wayan Murtiani didakwa melakukan upaya memperkaya diri sendiri yang perbuatannya dilakukan sepanjang 30 Oktober 2014 sampai 22 November 2015. Bahwa sejak tanggal 10 September 2014, sambung penuntut umum, terdakwa Bebel tercatat sebagai anggota Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) perwakilan dari Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem sehingga terdakwa mengetahui adanya dana SPP Perguliran PNPM di Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Rendang. "Bahwa sejak tanggal 30 Oktober 2014 sampai dengan 22 November 2015 terdakwa mengajukan atau membuat nama-nama kelompok SPP fiktif sebanyak
tujuh kelompak yang digunakan untuk mengajukan proposal pinjaman pada
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Rendang," ungkap penuntut umum.

Hal itu dilakukan terdakwa dengan cara membuat proposal serta mencantumkan
nama terdakwa sendiri sebagai ketua kelompok SPP. "Dan terdakwa
memanfaatkan nama-nama orang lain sebagai anggotanya," imbuhnya.

Kemudian, terdakwa mengajukan proposal tersebut ke Perbekel Desa Pempatan
untuk diketahui setelah ditandatangani oleh Perbekel (Kepala Desa) kemudian
diajukan ke Ketua UPK Kecamatan Rendang yaitu saksi I Wayan Sukertia.

Pada saat akan dilakukan verifikasi oleh tim dari UPK Kecamatan Rendang, terdakwa meminta tolong kepada orang-orang yang tercatat dalam daftar kelompok untuk berkumpul di rumah terdakwa. "Seolah-olah kelompok tersebut benar adanya," jelas penuntut umum.

Setelah permohonan kredit disetujui, dibuatkan perjanjian dan penandatanganan
kredit antara UPK Kecamatan Rendang dengan terdakwa sebagai Ketua
Kelompok SPP. Pada saat dana cair, uangnya langsung diterima dan dimanfaatkan terdakwa sendiri untuk kepentingan pribadi.

Modus yang sama juga dilakukan terdakwa Ni Ketut Wartini alias Gembrod. Bahkan dalam pengajuan, dia memakai 25 kelompok fiktif dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,6 miliar. "Kasus kedua terdakwa ini beda. Tapi modusnya sama. Dan berdasarkan audit BPKP, kerugian yang dilakukan akibat perbuatan kedua terdakwa totalnya Rp 1,9 miliar lebih," imbuh penuntut umum usai persidangan.

Atas dakwaan tersebut, kedua terdakwa yang sama-sama didampingi I Gusti Putu Suwena selaku kuasa hukum menyatakan tidak mengajukan eksepsi. Sehingga sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi pada pekan depan.

(bx/hai/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia