Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Diduga Kampanye di Pura, Caleg DPRD Bali Dilaporkan ke Bawaslu

22 November 2018, 10: 02: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diduga Kampanye di Tempat Pura, Caleg DPRD Bali Dilaporkan ke Bawaslu

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - I Made Suparjo, Caleg DPRD Provinsi Bali yang maju melalui Dapil Buleleng dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali Rabu siang (21/11). Caleg dari Partai Nasdem ini dilaporkan warga bernama I Gede Suardana atas dugaan melaksanakan kampanye di tempat suci (Pura), Sabtu (17/11) sekira pukul 20.54 Wita malam.

Dalam laporan bernomor 01/LP/PL/Prov/17.00/2018 tersebut, Suardana membeberkan analisis dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Suparjo di Pura Dalem, Desa Bebetin, Kecamatan Kubutambahan. Dugaan tersebut menyeruak setelah dirinya mempelajari sebuah video yang diunggah Ketut Sudikerta yang kini menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali di laman facebook-nya.

Waktu itu, Suparjo memang menghadiri acara reses yang dilakukan salah satu anggota DPRD Buleleng, Gede Suparmen yang juga dihadiri I Ketut Sudikerta. Nah saat itulah Suparjo mendapat kesempatan untuk berbicara di depan masayarakat Bebetin yang hadir.

“Saya pelajari video tersebut, saya dengarkan berkali-kali, dalam orasinya berbahasa Bali saudara I Made Suparjo, Caleg DPRD Provinsi Bali, Dapil Buleleng, Partai Nasdem  asal Desa Bebetin. Pemahaman saya adanya pengarahan untuk memilih calon legislatif asal Bebetin,” tulis pria asal Dusun Kaja Kangin, Desa Kubutambahan dalam laporan singkat kejadian.

Setelah memahami isi orasi dalam video tersebut, Suardana pun langsung menyampaikan informasi ini kepada Ketua Bawaslu Provinsi Bali melalui pesan WA. Bahkan, laporannya itu pun langsung direspons Ketua Bawaslu Bali. Selanjutnya, informasi ini  diteruskan kepada Bawaslu Kabupaten Buleleng.

Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariani membenarkan laporan dugaan pelanggaran tersebut. Namun, karena lokasi kasus yang dilaporkan terjadi di Buleleng, maka kasus dugaan pelanggaran ini penanganannya akan dilimpahkan ke Bawaslu Kabupaten Buleleng.

“Terlapor, saksi-saksi dan pelapor dari Buleleng, jadi kami limpahkan kasus ini ke Bawaslu Buleleng. Tujuannya agar efektif, efisien dan mempercepat proses klarifikasi yang diberikan terlapor, saksi dan pelapor maka ditangani di Buleleng,” ujar Ketut Ariani, Rabu sore.

Ariani menyebut Bawaslu Bali akan mempelajari terlebih dahulu sejumlah bukti dan keterangan dari para saksi-saksi. Terlebih, Bawaslu Bali  tetap akan melakukan supervisi ke Kabupaten Buleleng.

“Kami harus mencermati kasusnya. Memang tempat ibadah tidak diperbolehkan ada aktivitas kampanye. Kalau itu benar terbukti, tentu ada sanksi-sanksi sesuai ketentuan. Tetapi itu kan perlu proses, kajian dan klarifikasi,” imbuhnya.

Lalu bagaimana tanggapan Suparjo atas laporan tersebut? Dikonfirmasi melalui sambungan telepon Suparjo mengaku sah-sah saja ada orang yang melaporkannya ke Bawaslu. Namun pihaknya pun siap untuk kooperatif dalam memberikan klarifikasi kepada Bawaslu apabila diperiksa.

“Sah-sah saja ada orang melaporkan. Saya pun tidak keberatan. Apapun prosesnya akan saya hormati, saya ikuti dan saya kooperatif untuk menjelaskannya secara detail duduk persoalannya,” ujar Suparjo.

Namun Suparjo berkilah jika dirinya dituding melakukan kampanye. Sebab, dirinya datang ke Pura Dalem Desa Bebetin dalam kapasitasnya sebagai masyarakat Bebetin yang diundang untuk menghadiri reses salah seorang anggota DPRD Buleleng bernama Gede Suparmen.

“Acara itu berlangsung di Madya Mandala Pura Dalem. Saya diundang sebagai masyarakat. Dalam acara itu saya tidak ada orasi meminta agar dipilih. Tetapi saya hanya menyampaikan bagaiman agar Desa Bebetin mampu berkontribusi untuk terpilihnya DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi. Itu penegasannya,” kilahnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia