Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tertangkap Lagi, Pemakai SS Divonis 2,5 Tahun

24 November 2018, 07: 21: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tertangkap Lagi, Pemakai SS Divonis 2,5 Tahun

TIDAK KAPOK: Terdakwa penyalahgunaan narkotika, Reufi Hedayasi alias Tomi, usai menjalani putusan di Pengadilan Negeri Denpasar. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Untuk kedua kalinya Reufi Hedayasi alias Tomi harus merasakan hidup di bui. Menyusul putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar terhadap perkara narkotika yang membelitnya. Kemarin (23/11), hakim mengganjarnya dengan hukuman selama dua tahun dan enam bulan atau dua setengah tahun.

Majelis hakim yang dipimpin Hakim I Wayan Kawisada menyatakan Tomi terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Sehingga hakim memandang perbuatannya itu memenuhi unsur Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sesuai dengan dakwaan alternatif ketiga yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Rekam jejak pria pengangguran yang sempat tersangkut kasus yang sama membuat dirinya sempat dicecar pimpinan sidang. Itu terjadi sebelum hakim membacakan putusannya.

“Kamu tidak kapok ya? Dulu pernah dipenjara tapi kamu ulangi lagi. Sekarang ini bagaimana? Mau kamu ulangi lagi atau tidak?” tukas Hakim Kawisada dengan mata yang menyorot ke arah terdakwa.

Tomi yang tiba-tiba ditanya seperti itu tidak banyak bersuara. Dia hanya memberi bahasa tubuh saja. Geleng-geleng kepala. Dan itu membuat hakim bertanya lagi. “Benar (kapok)? Jangan sampai kamu hanya kapok di sini saja. Habis dari sini kamu ulangi lagi,” tukas hakim lagi.

Didesak seperti itu, Tomi akhirnya bicara. “Tidak akan mengulangi Yang Mulia,” kata Tomi. Wajar saja hakim mendesaknya. Sebab 2016 lalu, ternyata Tomi pernah dipenjara karena kasus yang sama. Itu diakuinya saat memberikan keterangan pada salah satu agenda persidangan yang sudah dia jalani beberapa waktu sebelumnya.

Hukuman yang ditetapkan bagi Tomi itu sejatinya lebih ringan enam bulan bila dibandingkan dengan tuntutan yang sempat diajukan jaksa. Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum I Gusti Ayu Putu Hendrawati mengharapkan agar Tomi dijatuhi hukuman selama tiga tahun.

Tomi sendiri diperkarakan lantaran sebelumnya tertangkap pada 18 Mei 2018 lalu. Bahkan dia ditangkap di tempat potong rambut. Waktu itu dia kebetulan akan potong rambut. Tapi begitu antrean tiba pada gilirannya, dia malah diamankan petugas dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar.

Rupanya, sebelum pergi potong rambut, Tomi sempat bertemu dengan seseorang bernama Dawen (buron). Pengakuannya, orang itu mengajaknya mengkonsumsi sabu-sabu di Perumahan Taman Griya, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung. “Setelah memakai sabu-sabu, sisanya dibagi menjadi dua. Terdakwa memasukkan sabu ke dalam saki kiri belakang celana jins,” urai jaksa.

Dalam penangkapan yang disertai penggeledahan tersebut, petugas menemukan satu plastik klip dalam pipet bening pada saku kiri belakang yang dikenakan Tomi saat itu. Setelah diperiksa, isinya berupa serbuk putih yang ternyata sabu-sabu. Saat ditimbang beratnya 0,41 gram.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia