Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Baru Pulang dari Pengungsian, Saratusan Warga Bukit Galah Terisolasi

29 November 2018, 21: 12: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Baru Pulang dari Pengungsian, Saratusan Warga Bukit Galah Terisolasi

PUTUS: Jalan yang menjadi akses menuju Desa Adat Bukit Galah, Kecamatan Selat, Karangasem terputus membuat warga setempat terisolasi. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA -  Warga Desa Adat Bukit Galah, Kecamatan Selat, Karangasem, khawatir, Kamis malam (29/11). Itu karena mereka terisolasi. Mereka tak bisa keluar dari desanya lantaran jalan menuju desa itu putus akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu. Padahal mereka baru pulang dari pengungsian akibat status Gunung Agung yang berada pada level III. Hingga berita ini diturunkan, belum ada evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem maupun pihak terkait lainnya.

“Kami sudah informasikan ke BPBD Karangasem, Dinas Sosial Karangasem. Katanya masih koordinasi,” ujar Bendesa Adat Bukit Galah I Putu Suyasa.

Suyasa mengungkapkan, keberadaan desa yang secara administrasi kependudukan, warganya masuk Dusun Sogra, Desa Sebudi, itu diapit dua sungai dan berada dekat Gunung Agung. 

Untuk keluar desa, mereka bisa nyeberang Tukad Dauh Desa atau Tukad Sabuh, yang tembus di wilayah Yeh Kori, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. “Tapi sekarang  lewat mana pun kami tidak bisa. Jalan melewati sungai sudah putus,” terang Suyasa saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group).

Dijelaskannnya, kedua sungai itu semakin dalam pascaerupsi Gunung Agung 2017 lalu, karena merupakan jalur lahar hujan.  Air juga mengalir deras di sana. Ia menyebutkan, warga Bukit Galah sebanyak 33 kepala keluarga (KK) dengan 145 jiwa. “Kami pasrah, tidak bisa keluar desa,” katanya.

Catatan koran ini, jalan yang putus itu sebenarnya baru rampung sekitar dua bulan lalu. Jalan dibangun menggunakan buis beton. Warga Bukit Galah juga baru balik dari tempat pengungsian di Banjar Tegeh, Desa Amertha Buana, Kecamatan Selat, sekitar tiga pekan lalu. Mereka mengungsi karena aktivitas Gunung Agung. Ketika pengungsi dari desa lain sudah balik karena gunung tak lagi erupsi, mereka masih tetap bertahan lantaran akses menuju desanya terputus, dan baru bisa diperbaiki belum lama ini. Warga memperbaiki jalan secara gotong royong. “Rencananya besok (Jumat  (30/11), warga kami gotong royong perbaiki akses yang putus,” tandas Suyasa.

Belum ada konfirmasi dari BPBD Karangasem terkait warga terisolasi itu. Koran ini sempat menghubungi Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, semalam. Namun tak ada respond. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia