Selasa, 25 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Jika Miliki Luka, Disarankan Tak Ikut Mandikan Jenazah

03 Desember 2018, 08: 41: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jika Miliki Luka, Disarankan Tak Ikut Mandikan Jenazah

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Untuk menghindari kemungkinan menularkan penyakit dari jenazah saat dimandikan, Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustiadi mengimbau agar warga tidak ikut memandikan jenazah jika memiliki luka terbuka. Apalagi jika jenazah diduga berpenyakit menular.

"Kalau luka-luka jangan ikut memandikan bisa menjadi masuknya tempat penyakit," jelasnya pada Minggu (2/12).

Untuk menghindari penularan tersebut, Dudut menyarankan agar air yang digunakan untuk memandikan jenazah dicampur dengan klorin kadar 5 sampai 10 persen. "Kalau kita yakin tidak menular bisa dengan air biasa. Tapi prinsip safety harus tetap dipakai. Itu yang utama harus pakai pelindung diri," ungkapnya.

Alat pelindung diri yang harus digunakan oleh warga yang akan memandikan jenazah keluarganya atau orang lain dengan riwayat penyakit menular di antaranya masker, sarung tangan serta apron (celemek tahan air).

Selain itu disarankan agar menutup lubang-lubang jenazah seperti hidung dan telinga menggunakan kapas yang sudah direndam dengan Klorin. Pun, jika ada luka terbuka harus ditutup menggunakan plester tahan air. "Jenazah dibersihkan dengan cairan yang disiram dengan klorin. Syaratnya yang memandikan tidak ada luka terbuka dan lecet," tegasnya.

Sementara di Instalasi Forensik sendiri memiliki prosedur khusus. Bila ada pasien yang meninggal dengan riwayat penyakit menular, tentunya akan dilakukan observasi atau transit terlebih dahulu selama 4 jam. Fungsinya untuk menunggu kematian seluler. Secara teori bila terjadi kematian di tingkat sel, maka bakteri khususnya virusnya sudah mati juga. Sehingga tidak ada bahaya infeksi.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan edukasi agar jenazah diformalin kepada pihak keluarga. Tujuan diformalin ini adalah untuk membunuh kuman-kuman maupun penyakit menular pada jenazah tersebut. Sehingga jenazah tertunda proses pembusukannya dan tidak bersifat menular lagi.

"Setelah itu jenazah bisa dikirim melalui darat, laut atau udara. Sesuai asalnya," ungkapnya.

Sementara jika ada permintaan masuk freezer pun juga harus diobservasi, supaya virus tidak hidup. Dikarenakan kalau sebelum 5 jam dari kematian langsung dimasukkan freezer, seperti virus HIV masih bisa hidup selama 2 minggu di suhu dingin. "Sama ajalah prinsipnya," tegasnya.

Tips Memandikan Jenazah yang Berpenyakit Menular 

1. Menggunakan alat pelindung diri, masker dan sarung tangan serta apron (celemek tahan air).

2. Tutup lubang-lubang jenazah seperti hidung dan telinga menggunakan kapas yang sudah direndam dengan Cairan Klorin atau Bayclean. (Pokoknya mengandung Klorin 5 sampai 10 persen)

3. Bila ada luka terbuka ditutup menggunakan plester tahan air

4. Jenazah dibersihkan dengan cairan yang disiram dengan klorin.

Catatan: Yang memandikan tidak ada luka terbuka dan lecet.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia