Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Giliran Tembok LPD Budeng Jebol

04 Desember 2018, 15: 13: 07 WIB | editor : I Putu Suyatra

Giliran Tembok LPD  Budeng Jebol

JEBOL: Tembok penyengker LPD Desa Budeng, Kecamatan Jembrana yang jebol diterjang banjir beberapa waktu lalu. Hingga Senin (3/11) kemarin belum mendapat penanganan. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana pasca hujan deras yang terjadi Rabu (28/11) lalu juga menimbulkan kerusakan

Tembok penyengker Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Budeng,Kecamatan/Kabupaten Jembrana, jebol. Tembok sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut roboh diterjang banjir yang saat itu mencapai tinggi hingga 2 meter.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Senin (3/12) kemarin, Kepala LPD Desa Budeng, I Wayan Sudiarta menjelaskan, tingginya air pada saat itu mengakibatkan kantor LPD dan beberapa rumah warga di wilayah Desa Budeng ikut terendam. Bahkan saking derasnya arus air di kali yang berada di sebelah timur kantor LPD mengakibatkan tembok penyengker kantor jebol.

Dari pengamatan koran ini di lokasi kemarin, puing-puing tembok tersebut masih berserakan tidak hanya di halaman LPD tetapi juga di areal kali yang menjadi batas sebelah timur kantor.

Menurut Sudiarta, rencananya akan melakukan renovasi dengan membuat pondasi yang lebih kuat. Namun untuk sekarang ini pihak LPD dikatakan belum bisa memperbaiki tembok penyengker tersebut. Karena terbentur biaya yang cukup besar. Pihak BPBD Jembrana juga sempat datang melakukan pengecekan kondisi tembok penyengker LPD yang jebol tersebut.  “Karena itu kami berharap segera mendapat bantuan dari Pemkab Jembrana karena aset LPD masih kecil,” ujarnya.

Sudiarta juga mengatakan banjir di wilayah itu terjadi bukan hanya tahun ini saja, melainkan wilayah tersebut sering jadi langganan banjir setiap tahunnya. Namun banjir tahun ini diakuinya sebagai yang terparah dan sampai menghancurkan tembok penyengker LPD.

“Karena sudah menjadi langganan banjir, kami lakukan antisipasi dengan membuat rak arsip yang tinggi di dalam kantor. Setiap menjelang bulan November dan Desember arsip-arsip penting diamankan dan dibawa pulang,” terangnya.

Pihaknya berharap Pemkab bisa mencarikan solusi untuk penanggulangan banjir sehingga ke depan tidak ada lagi banjir di wilayahnya. Sementara itu Perbekel Budeng, Putu Libra Setiawan mengatakan banjir yang terjadi di wilayah itu merupakan banjir kiriman. Selain itu volume air hujan juga sangat besar.

Diduga juga terjadi penyempitan saluran air dan ini perlu dicarikan solusinya untuk penanggulangan banjir. Menurut Libra, jika nantinya LPD sudah mampu membuat kantor yang lebih representatif, areal kantor LPD yang berada di pojok dan di sebelah kali tersebut akan dijadikan taman desa.  “Nanti akan ditata lebih tinggi sehingga terhindar dari banjir dan dipermak menjadi taman desa yang apik,”katanya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia