Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tirtawan Desak Gubernur, Bupati/Wali Kota Bersihkan “Sarwa Cemer”

05 Desember 2018, 07: 19: 47 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tirtawan Desak Gubernur, Bupati/Wali Kota Bersihkan “Sarwa Cemer”

Anggota Komisi I DPRD Bali, Nyoman Tirtawan (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Bali mengandalkan hidup dari pariwisata. Namun pariwisata saat ini menghadapi ancaman serius yang justru tampak dibiarkan. Ancaman serius itu datang dari sampah. Barang mati berupa sampah, namun menjadi monster yang mengerikan bagi Bali. Perlu langkah radikal untuk membersihkan, kemudian menata mental orang Bali dan membangun sistem agar Bali bebas sampah.

Menurut anggota Komisi I DPRD Bali, Nyoman Tirtawan, mesti ada gerakan radikal untuk masalah sampah. Gerakan radikal, dimaksud bukan gerakan yang mengancam NKRI, namun gerakan radikal untuk melawan sampah yang sudah sangat membahayakan Bali, membahayakan pariwisata Bali. “Mesti ada gerakan radikal, untuk melawan sampah, gerakan yang ekstrim untuk melawan sampah. Jika ada kemauan pasti bisa, karena sampah itu barang mati, namun ancamannya luar biasa bagi Bali, bagi pariwisata Bali,” kata vokalis DPRD Bali ini kemarin.

Tirtawan mengatakan bahwa Bali hidup dari pariwisata, namun ancaman dari sampah saja belum bisa menanggulangi. Begitu besar pertaruhan Bali, jika sampah tidak ditanggulangi secara serius. “Bali hidup mengantungkan diri dari pariwisata. Ancaman sampah saja belum bisa menanggulangi, apalagi ancaman lain yang bersifat lebih menakutkan,” urainya.

Seperti apa gerakan radikalnya? Tirtawan mengatakan yang pertama harus dilakukan adalah, memastikan seluruh jajaran pemimpin di Bali untuk punya komitmen kuat. Seluruh pemimpin Bali memiliki niat serius untuk melawan sampah. Dia meminta gubernur, bupati/wali kota mengeluarkan perintah keras untuk membuat gerakan radikal melawan sampah. “Kami memohon agar Gubernur Bali dan seluruh bupati/wali kota untuk membuat perintah, untuk melawan sarwa cemer (segala sesuatu yang membuat kotor, seperti sampah dan limbah) di seluruh Bali,” ujar Tirtawan.

Dia mengharapkan agar perintahnya tegas, memerintahkan semua kepala desa, lurah, bendesa adat, kelian banjar, elemen pendidikan seperti sekolah dan seluruh masyarakat Bali untuk melakukan gerakan bersama membersihkan sampah pada hari yang sama, waktu yang sama di seluruh Bali. Ini sebagai gerakan pertama. “Seluruh kepala desa, bendesa adat, kelian banjar, kepala lingkungan, elemen pendidikan, dan seluruh masyarakat Bali, diperintahkan untuk melakukan gerakan melawan sampah dihari yang sama dan diwaktu yang sama,” kata Tirtawan.

Dia menyebutkan, tidak perlu mencari hari baik, namun tentukan pada saat hari lubur. Masing – masing wilayah di desa agar dibersihkan dalam beberapa hari, di mulai dengan hari yang sama dan waktu yang sama. “Sehingga Bali bisa bersih dalam satu hari, baik di sungai, areal pura dan seluruh wilayah masing – masing desa di Bali termasuk kawasan pariwisata. Kemudian sampah buang ke TPA,” ujar politisi asal Bebetin, Buleleng ini.

Setelah gerakan radikal pertama ini, tentukan secara berkala lagi untuk hari bersih sampah. Jangan sampai ada sampah yang masuk sungai lagi, kemudian bermuara ke laut. Selanjutnya rancang program untuk sosialisasi untuk memberikan penataan mental masyarakat, memberikan pemahaman bahwa sampah mengancam Bali. “Mengancam kualitas air, tanah dan udara. Mengancam kualitas manusia Bali dan mengancam payuk jakan (sumber kehidupan) Bali yaitu pariwisata,” kata Tirtawan.

Selanjutnya buatkan skema program, sistem penanggulangan sampah yang sifatnya mampu mengurai sampah dari rumah. Kemudian penanggulangan sampah, dari sumber sampah sampai hilir pembuangan sampah. “Penting ada sistem, namun gerakan radikal awal penting agar Bali bersih dulu secara menyeluruh, terfokus sampah ke TPA dulu, sekarang sampah semua bermuara ke laut, dari sungai ke laut. Padahal kita yakini laut adalah Hyang Batara Baruna, apakah kita masih masih meyakini, ketika sampah kita haturkan ke Bhatara Baruna,” pungkasnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia