Selasa, 15 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Pencopotan Sudikerta Panaskan Golkar Bali, Rapat Sampai Gebrak Meja

10 Desember 2018, 07: 44: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pencopotan Sudikerta Panaskan Golkar Bali, Rapat Sampai Gebrak Meja

RAPAT: Plt DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih (tengah) saat memimpin rapat, Minggu (9/12). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pencopotan Ketut Sudikerta sebagai Ketua DPD Golkar Bali “memanaskan” suhu di partai berlambang pohon beringin tersebut. Hal itu muncul saat rapat yang digelar di DPD Golkar Bali, Minggu (9/12). Keributan itu terjadi antara Anggota Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Dewa Widiasa Nida dan Ketua DPD II Golkar Bangli Wayan Gunawan. Bahkan sampai ada yang menggebrak meja.

Rapat berlangsung tertutup, untuk melakukan konsolidasi dan memberikan kesempatan Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer untuk menyampaikan posisi Plt, tugas – tugas Plt dan kewenangan Plt. Tiba – tiba dari ruang rapat lantai dua terdengar gaduh bahkan ada terdengar suara meja yang digebrak, sangat keras terdengar sampai ke bawah.

Sekretaris DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry menjelaskan, ribut itu berawal dari sikap – sikap Wayan Gunawan, yang menyatakan DPP terlalu cepat memutuskan untuk Plt. Kemudian mengharapkan agar ada Musdalub (Musyawarah Daerah Luar Biasa) untuk memilih Ketua Difinitif. Dan mempertanyakan, posisi Sudikerta jika nanti dipastikan tidak ada salah. “Pak Gunawan menanyakan, jika nanti Sudikerta dipastikan tidak salah apa sikap partai? Termasuk juga menyampaikan harapan untuk Musdalub, dan dianggap keputusan DPP terlalu cepat,” kata Sugawa Korry.

Seperti dikertahui, Sudikerta dicopot jabatannya pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan, pemalsuan dan pencucian uang. Sebagai penggantinya, DPP menunjuk Gede Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Bali.

Pernyataan Gunawan itu, kata Sugawa Korry, ditanggapi dengan keras oleh Dewa Nida. Dewa Nida mengatakan bahwa, terkesan Gunawan terlalu ngotot membela Sudikerta. Dewa Nida mengaku sebagai orang yang pernah merasa dijadikan Plt oleh induk partainya, saat dirinya menjadi Ketua DPD II Golkar Klungkung, kemudian dinyatakan sebagai Kubu Ancol (Pro Ketua Agung Laksono). “Pak Dewa Nida curhat, saat dirinya jadi Plt, kenapa tidak ada yang membela,” kata Sugawa.

Situasi ini yang akhirnya membuat panas, karena saling saut menyaut. Hingga akhirnya ada gebrak meja. “Namun akhirnya sudah selesai, tidak ada sampai bentrok fisik,” urai Sugawa.

Menanggapi pertanyaan Gunawan, Demer menjelasakan, jika memang Sudikerta dipastikan tidak bersalah, DPP akan mencabut statusnya sebagai Plt, Kemudian DPP akan menjadikan kembali Sudikerta menjadi Ketua DPD I Golkar Bali.

“Sudah pasti, Plt ini pelaksana tugas kalau misalnya kasus Sudikerta ini menempuh pra peradilan, dan akhirnya dipastikan tidak salah, DPP pasti menjadikan Sudikerta Ketua DPD Bali. Atau misalnya SP3 atau putusan berkekuatan hukum tetap menyatakan tidak bersalah, pasti kembali lagi,” kata Demer.

Terkait dengan langkah DPP menunjuk Plt, baginya sudah sesuai dengan mekanisme partai. Untuk memberikan keleluasaan Sudikerta menghadapi masalah, dan memang sudah tertuang dalam Pakta Integritas, terkait jargon Golkar bersih, jadi yang ditetapkan tersangka diganti. Harapan untuk Musdalub, bagi Demer silakan jajaran DPD II minimal dua per tiga mengajukan Musdalub. Nanti DPP akan melakukan kajian – kajian.

“Tetapi jelas DPP akan fokus untuk kerja Pemilu dan Pilpres dulu, kerja untuk penataan internal belakangan apalagi sudah ada Plt, tidak ada masalah, kerjaan jalan semua. Kewenangan Plt juga sama dengan ketua Difinitif,” sambung politisi yang menjadi Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali.

Demer juga mengatakan, antara sikap Gunawan yang mempertanyakan posisi Sudikerta jika tidak bersalah dan harapan untuk Musdalub. Bagi Demer ini kontraproduktif. “Satu sisi mempertanyakan posisi Pak Sudikerta jika tidak bersalah, sudah jelas akan dikembalikan posisinya. Namun mendesak untuk Musdalub, jadi kalau Musdalub, nanti Pak Sudikerta dinyatakan tidak bersalah, malah tidak bisa kembali. Karena sudah difinitif Ketuanya,” sebut Demer. “Jadi saya tegaskan, Plt jauh lebih bagus, sambil menunggu proses hukum Sudikerta,” sambung Demer.

Soal ketegangan antara Gunawan dengan Dewa Nida, Demer mengatakan hal itu adalah biasa.  “Bagi kami biasa, di Golkar beda pendapat biasa. Itu bagian dari proses politik, kami biasa, beda pendapat biasa, tidak pada substansi, sedikit jadi agak keras, tidak sampai adu fisik,” ujar Demer mengakui memang rapat sempat ribut kemarin di DPD Golkar.

Seperti halnya berita sebelumnya, Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka kemudian DPP Golkar mengelar rapat dan memutuskan untuk memberhentikan Sudikerta.

Rapat DPP Golkar dipimpin oleh Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto berlangsung pada Senin (3/12) malam. Saat itu langsung memutuskan untuk menonaktifkan posisi Sudikerta sebagai Ketua DPD I Golkar Bali. Dan memutuskan untuk menggantinya dengan Plt, yaitu Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Politisi yang saat ini menjadi Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali dan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini akan merangkap jabatan memimpin Golkar Bali. Selasa (4/12) kemarin  Ketua Kordinator Bidang Kepartaian Ibnu Munzir, atas nama Ketua Umum DPP Golkar didampingi jajaran Korbid Kepartaian menyerahkan SK DPP Golkar nomor Kep 362/dpp/golkar/xii/2018 yang ditandatangani oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F.Paulus tentang pemberhentian Ketua DPD Golkar Bali dan Penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD  Golkar Bali. SK tersebut diterima langsung oleh Gede Sumarjaya Linggih, selaku penerima  mandat sebagi Plt, didampingi Sekretaris DPD Golkar  Bali Nyoman Sugawa Korry.

Penjelasan dari Ibnu Munzir, memastikan bahwa terbitnya SK ini sudah melalui proses pembahasan yang intensif. Bahkan sudah dipastikan sejalan dengan Peraturan Organisasi Partai Golkar, pertimbangan mendasar DPP adalah memberikan kesempatan kepada Sudikerta untuk lebih fokus dan konsentrasi dalam menghadapi kasus hukumnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia