Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Menikmati Menu Bebek Timbungan yang Kian Langka di Kuta

10 Desember 2018, 11: 02: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Menikmati Menu Bebek Timbungan yang Kian Langka di Kuta

TRADISIONAL: Balinese Heritage Cuisine Bebek Timbungan Restaurant di Jalan Sunset Road, Pertokoan Sunset One Dewaruci Kuta, sajikan khusus menu makanan yang hampir semuanya adalah menu masakan tradisional khas Bali. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Bebek Timbungan tak hanya enak, namun juga pantas menjadi salah satu ikon kuliner tradisional Bali. Seperti apa cita rasa dari menu yang konon menjadi favorit keluarga kerajaan di Bali ini?

Bebek Timbungan merupakan menu berbahan dasar bebek yang dimasak dengan cara yang berbeda, jika dibandingkan dengan menu tradisional Bali lainnya.


Untuk menikmatinya, wisatawan  yang datang ke Bali harus meluangkan waktu khusus, karena tidak semua restoran atau rumah makan yang menyajikan menu jenis ini.


Salah satu destinasi kuliner yang menyajikan menu Bebek Timbungan adalah Balinese Heritage Cuisine Bebek Timbungan Restaurant yang berlokasi di Jalan Sunset Road, Pertokoan Sunset One Dewaruci Kuta, Badung.


Head Chef  Bebek Timbungan Restaurant, Ida Bagus Udiana, mengatakan, saat ini jenis menu
Bebek Timbungan sangat langka , bahkan mengalami kepunahan, karena tidak banyak restoran yang menyajikannya. "Selain karena proses memasaknya yang cukup lama, cara pengolahan bebek untuk menjadi Bebek Timbungan juga cukup sulit," jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), kemarin.


Kesulitan yang dimaksud Udiana adalah proses pengolahan daging bebek sebagai salah satu bahan baku makanan yang cepat menjadi alot, jika diproses dengan cara yang salah. Bahkan, ketika dihidngan daging bebek ini menjadi keras dan tidak enak untuk disantap.
Namun, di Bebek Timbungan Restaurant ini, cerita daging bebek menjadi alot tidak ada, karena sebelum dimasak, daging bebek dibaluri dengan bumbu Bali dan didiamkan selama beberapa lama.


Selain itu, bebek yang digunakan adalah bebek pilihan, sehingga kualitas daging yang dihasilkan sangat baik. "Kami menggunakan bebek yang masih muda yang selama hidupnya dilepas di areal persawahan, sehingga kualitas makanan yang dokonsumsi selama hidupnya sangat baik," paparnya.


Di sisi lain,  cara memasaknya  juga dengan metode khusus, yakni menggunakan bambu. Daging bebek yang sudah dibaluri base genep (bumbu lengkap) dimasukkan ke dalam  bambu, selanjutnya ditutup dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.


Proses memasaknya pun cukup lama, sekitar dua sampai tiga jam. Proses memasak yang lama ini, lanjut  Udiana, supaya daging bebek benar- benar empuk. Selain itu, dengan memasak dalam waktu yang lama, maka lemak dalam daging bebek akan keluar dan menjadi penyedap alami, sehingga citarasanya  bena-benar gurih.


Satu porsi Bebek Timbungan ini, sangat pas disantap dengan nasi putih dan bebebrapa hidangan pelengkap seperti plecing gonda dan sambal bawang goreng.


Selain Bebek Timbungan, restoran ini juga memiliki beragam jenis menu makanan lainnya, yang totalnya ada 40 jenis menu makanan. "Jenis menu makanan yang kami sajikan hampir semuanya adalah menu masakan tradisional khas Bali," terangnya.


Hal ini dkatakan Udiana, sesuai dengan konsep restoran yang  ingin menyajikan menu-menu warisan leluhur masyarakat Bali, sehingga wisatawan bisa mengenal budaya Bali dari sisi yang berbeda.


"Restoran ini menjadi salah satu restoran dengan konsep Natural Restaurant, karena sebagian besar material yang digunakan  ramah lingkungan, didominasi bahan bangunan dari kayu," terangnya.


Konsep ini sengaja diambil untuk memberikan nuansa yang berbeda bagi wisatawan yang datang ke restoran. " Sunset Road adalah salah satu kawasan yang ramai. Namun, begitu memasuki restoran, wisatawan akan mendapatkan nuansa alam Bali yang asri, sehingga menjafi pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan," pungkasnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia