Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Minum Coolant, Perbekel Keracunan, Muntahannya Terbakar seperti Minyak

11 Desember 2018, 19: 50: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Minum Coolant, Perbekel Keracunan, Muntahannya Terbakar seperti Minyak

DIRAWAT: Korban Ketut Ardika saat dirawat di IGD RSUD Buleleng, Selasa (11/12) siang, dan foto putra sulung korban, Gede Ari Suardika menunjukkan minuman yang diminum ayahnya. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Perbekel Jinengdalem, Ketut Ardika, 48 dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng, Selasa (11/12) sekira pukul  09.00 Wita. Badan Ardika lemas disertai muntah-muntah akibat keracunan seusai menenggak minuman isotonik jenis Coolant yang ia beli di warung keponakannya, di Dusun Gambang, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng. Meski kadaluwarsa masih 2019, tapi minuman itu aromanya seperti thinner. Bahkan muntahannya saat dibakar seperti minyak tanah.

Dari penuturan putra sulung korban, Gede Ari Suardika, 25 saat ditemui di depan IGD RSUD Buleleleng, sebelum menenggak minuman tersebut ayahnya sempat sibuk membantu membuat tetaring (tenda, Red) di acara kematian bibinya Nengah Suaning. Korban ikut ngayah sejak pukul 07.00 Wita.

Korban yang merasa kehausan lantas membeli sebotol minuman isotonik dingin jenis coolant di warung Komang Suriasa, 35 yang tak lain adalah keponakannya. Setelah membayar, korban membuka minuman yang masih dalam kondisi tersegel, lalu menenggaknya.

“Baru diminum sedikit, kayaknya baru sampai ke tenggorokan Bapak (korban, Red) langsung  memuntahkan. Katanya tenggorokan panas. Berselang tiga menit setelah meminum itu Bapak langsung lemas. Bibirnya merah dan bengkak,” tuturnya.

Begitu lemas, ia bersama keluarga langsung melarikan sang ayah ke IGD RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung tim medis segera memberikan penanganan. Sehingga kondisi korban sudah pulih, namun masih lemas.

Tak ingin menimbulkan korban lain, pihak keluarga pun sempat memeriksa minuman serupa yang dijual di warung tersebut. Ari menyebut, dari hasil pengecekan, semua minuman masa kedaluwarsanya yang dijual itu tahun 2019. Bahkan ia dan beberapa orang lainnya membuka satu-persatu  minuman itu. Namun minuman lainnya justru berbau normal selayaknya minuman kemasan.

Hanya saja, minuman yang ditenggak sang ayahnya berbau agak aneh. Sebab, setelah dicium baunya menyengat mirip seperti cairan Thinner (pengencer cat, Red). Bahkan muntahan sang ayah sempat ia bakar. Yang mengejutkan, nyala api persis seperti membakar minyak tanah.

“Saya juga kaget, kenapa kok baunya seperti minyak Thinner. Padahal kondisi minuman masih tersegel baik sebelum diminum. Kedaluwarsanya juga tahun 2019,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Kasubag Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan kondisi korban sudah stabil setelah mendapat penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan medis, korban memang mengalami keracunan.

“Memang pasien muntah-muntah, pusing setelah minum air kemasan. Kalau dilihat dari ciri-cirinya yang dialami ada indikasi keracunan. Tetapi belum dipastikan apakah pasien rawat inap atau bagaimana. Yangg jelas kondisinya sudah membaik,” ujar Budiantara.

Atas temuan itu, anak kedua korban, Kadek Dimas Sukanaya didampingi Bhabinsa Jinengdalem melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Buleleng. Pun dengan barang bukti minuman Coolant juga turut dibawa untuk diperiksa.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Mikael Hutabarat mengatakan, peristiwa itu sudah ditindak lanjuti dengan menurunkan Tim untuk meminta keterangan beberapa saksi. Rencananya, sampel minuman itu juga akan dibawa ke Laboratorium Forensik di Denpasar, untuk dilakukan pengecekan untuk memastikan kandungan yang tercampur pada minuman tersebut.

“Baunya memang menyengat, tapi kita belum bisa memastikan apa kandungannya. Rencananya langsung kita kirim untuk diteliti. Kami masih dalami dulu, dengan menggali keterangan dari korban,” singkatnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia