Senin, 25 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Selesai Dibangun Tiga Tahun Lalu, Pasar Ikan Candikusuma Mubazir

12 Desember 2018, 10: 16: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Selesai Dibangun Tiga Tahun Lalu, Pasar Ikan Candikusuma Mubazir

MUBAZIR : Kondisi Pasar Ikan di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Hingga Selasa (11/12) kemarin fasilitas ini tidak difungsikan sejak selesai dibangun tiga tahun lalu. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA - Bangunan pasar ikan yang bersebelahan dengan Lapangan Umum Candikusuma, mubazir. Fasilitas perekonomian itu selesai dibangun tiga tahun lalu, setiap hari sepi aktifitas perdagangan ikan. Kondisinya sangat kotor.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) ,  konon sebelum dibangun, warga sudah sempat memperingatkan pemerintah agar disana jangan membangun pasar ikan. Karena nanti mubasir dan tidak ada yang mau jualan.

“Sudah disampaikan warga, jangan membangun bangunan baru. Cukup bangunan yang sudah ada saja diperbaiki. Tapi ya tetap dibangun, akhirnya kondisinya seperti itu. Sepi sesuai dengan kekhawatiran warga,” ujar Pipit, seorang pedagang makanan yang berlokasi di depan pasar ikan Candikusuma.

Menurut Pipit, kurangnya minat warga atau nelayan sekitar maupun pengepul memanfaatkan bangunan pasar ikan tersebut diduga karena nelayan dan pengepul ikan sudah memiliki tempat sendiri untuk bertransaksi. Yakni di rumah masing-masing yang dekat dengan pantai. “Sudah ada yang jemput ikan hasil tangkapan ke rumah-rumah pengepul ikan dengan membawa truk atau pik ap. Jadi ya sejak awal pasar ikan sudah sepi dan mubasir,” terangnya.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) Selasa (11/12) kemarin, disamping tidak ada aktifitas jual beli di pasar ikan tersebut, kondisi pasar juga sangat kotor dan dipenuhi sampah. Bahkan beberapa kran air terlihat sudah rusak.
Perbekel Candikusuma, Wayan Bagia Yasa saat dikonfirmasi siang kemarin, mengakui kalau sejak selesai dibangun, pasar ikan tersebut tidak ada yang menempati. Hal terasebut karena hingga saat ini pasar ikan tersebut belum ada serah terima dari Dinas Perikanan dan Kelautan ke Desa Candikusuma. Sehingga pihaknya tidak berani mengambil alih atau melakukan sesuatu untuk pasar ikan itu.
 “Kalau kami perbaiki krannya nanti kami salah karena bukan wewenang dan tanggungjawab kami. Bahkan kami juga tidak berani promosi karena belum serah terima. Memang Dinas berjanji akan memperbaiki tapi sampai sekarang belum diperbaiki,” ujarnya.

Disisi lain, Bagia Yasa menuturkan, dari awal pihaknya ingin membangun pasar untuk memberdayakan warga miskin. Dimana model pasar yang dibangun tidak seperti yang sekarang ini. Melainkan pihaknya ingin membangun pasar dimana warga miskin bisa punya tempat tinggal (tidur) sekaligus tempat untuk berjualan. “Sehingga bisa memotivasi mereka untuk produktif dan maju,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan

Jembrana, Made Dwi Maharimbawa saat dikonfirmasi mengatakan, sejatinya begitu selesai dibangun, pasar ikan tersebut mau diserahterimakan ke desa. Namaun tidak jadi karena saat itu Kabidnya pensiun. “Kabid yang bawa data dan segera kami telusuri kembali untuk kami serahkan ke desa,” janjinya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia