Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tim Geologi dan BNPB Pusat Tinjau Lokasi Longsor Sasih

12 Desember 2018, 10: 58: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tim Geologi dan BNPB Pusat Tinjau Lokasi Longsor  Sasih

CEK LOKASI : Tim dari Geologi dan BNPB saat mengecek lokasi longsor di Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Selasa (11/12) siang kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Longsor pada rumah I Made Oktara Dwi Palguna hingga merengut nyawa istri dan ketiga anaknya Sabtu (8/12) pagi juga menjadi perhatian pihak terkait. Dalam hal ini tim Geologi dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Pusat. Ini tampak dari kedatangan dua tim tersebut ke lokasi longsor di Gang Taman Beji IV, Banjar Sasih, Desa Batubulan Selasa (11/12) siang kemarin.

“Mengenai longsor di Sasih itu, tadi siang tim dari Geologi bersama tim dari BNPB juga sempat mengecek ke lokasi. Tujuannya, ingin melihat langsung titik longsor. Sekaligus mengamati seperti apa sebenarnya kondisi di lokasi,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, AA Oka Digjaya kemarin.

Dia menjelaskan, kedatangan tim tersebut awalnya tidak dijadwalkan. Lantaran kedatangan tim ini ke Gianyar, tak lepas dari usulan BPBD Gianyar terkait wilayah Tegenungan serta Taro. “Jadi awalnya memang tidak ada jadwal kesana. Cuma kebetulan karena ada kejadian disana, mereka menyempatkan untuk melihat dan mengecek lokasi. Selain itu sesuai rencana hari ini, rombongan dari Komisi III DPRD Bali juga mau kesana,” imbuhnya.

Disinggung mengenai proses pendataan terhadap berapa sebenarnya rumah atau pemukiman di wilayah Gianyar yang berdiri di kawasan rawan bencana. Gung Digjaya menegaskan, pihak BPBD Gianyar sebatas menentukan titik maupun kawasan rawan bencana, termasuk longsor. “Kalau data kawasan atau titik, dimana rawan longsor, dimana sepadan sungai yang rawan, termasuk sepadan pantai itu kami punya. Tapi berapa jumlah pemukiman yang berdiri di kawasan-kawasan tersebut. Inilah yang kami harapkan peran dari kepala dusun maupun perbekel untuk mendata wilayah mereka,” terangnya.

“Misalnya sepadan sungai dengan kondisi jurang rawan longsor di wilayah desa mereka. Inilah yang mereka mesti ketahui, adakah pemukiman yang dibangun disana. Karena kami sebatas menghimbau dan menyampaikan, kawasan atau titik ini rawan loh,” paparnya.

Dalam kesempatan kemarin, paska telah ditemukannya data kependudukan dari para korban. BPBD Gianyar mengaku bakal mengusulkan pemberian santunan bagi para korban ke BPBD Bali dan Pemkab Gianyar. Namun diakui Gung Digjaya, keputusan tersebut tetap ada di Pemprov Bali maupun Pemkab Gianyar terkait dengan anggaran. “Ya nanti kami tentu akan usulkan ke pemerintah, baik ke Pemprov Bali maupun ke Pemkab Gianyar. Kalau terkait bantuan lainnya, itu prosesnya melalui Dinas Sosial,” pungkasnya.

Di bagian lain, Ketut Wirama, Kelian Dinas Banjar Sasih, Desa Batubulan, yang dihubungi kemarin mengaku belum ada keputusan dari pihak desa setempat untuk menggelar upacara di lokasi kejadian. Namun dirinya mempersilakan, jika memang warga di sekitaran atau lingkungan gang lokasi kejadian untuk menggelar upacara. “Untuk upacara, apakah itu pecaruan dari desa memang tidak ada. Itu sudah sempat saya tanyakan ke desa adat juga. Namun misalnya dari krama di sekitaran atau lingkungan gang lokasi kejadian mau menggelar pecaruan, apakah itu pecaruan alit atau lainnya, kami persilakan,” ucapnya.

Disinggung hasil pengecekan ke Disdukcapil terkait data kependudukan keluarga korban. Dia mengatakan sudah dipastikan korban terdata sebagai warga Gianyar. Ini merujuk pada data kependudukan korban yang sudah didapatkan pihaknya di Disdukcapil Gianyar. “Sudah, sudah ketemu di Dukcapil (Disducapil) kemarin (Senin). Datanya itu juga sudah ada di kantor desa (Desa Batubulan),” terangnya.
Namun seperti penegasannya, alamat yang digunakan korban pada data kependudukan tersebut bukan pada alamat lokasi kejadian. Namun masih menggunakan alamat korban sebelum pindah ke lokasi kejadian. “Untuk alamatnya saja yang memang beda,” imbuhnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia