Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ada 13 Kasus HIV/AIDS Ditemukan Pada Ibu Hamil

12 Desember 2018, 11: 02: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada 13 Kasus HIV/AIDS Ditemukan Pada Ibu Hamil

dr. I Nyoman Suratmika (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Rata-rata ada 10 hingga 15 kasus HIV yang ditemukan di Kabupaten Tabanan setiap bulannya. Sehingga dalam satu tahun rata-rata ditemukan 100 hingga 120 kasus HIV. Sedangkan hingga tahun 2018 ini tercatat ada sekitar 900 lebih kasus HIV/AIDS yang ditemukan di daerah itu.

Atas jumlah tersebut, Tabanan pun menduduki posisi kelima diantara kabupaten/kota lainnya di Bali. Berdasarkan data yang dihimpun Bali Express , dari Januari hingga Oktober 2018 ditemukan 25 kasus HIV dan 35 kasus AIDS. Ditambah 13 kasus HIV/AIDS yang dialami ibu hamil (bumil). Sedangkan di tahun 2017 total 112 kasus HIV/AIDS.

Meskipun berada pada posisi kelima, diharapkan kasus HIV/AIDS terus menurun. Seiring dengan meningkatnya pelayanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat. Terlebih menurut Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, saat ini seluruh Puskesmas sudah bisa melayani screening atau pemeriksaan HIV.

"Apalagi untuk ibu hamil itu wajib diperiksa tiga jenis yaitu HIV, hepatitis dan sipilis," paparnya Selasa (11/12) kemarin.

Hal ini dilakukan agar pengidap HIV/AIDS bisa dideteksi sedini mungkin, sehingga ibu yang positif HIV/AIDS selanjutnya akan dirujuk ke BRSU Tabanan untuk mengikuti program pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Dimana ibu hamil tersebut akan diberikan obat untuk menurunkan virua HIV yang ada pada tubuhnya.

 "Kemudian saat melahirkan akan dilakukan operasi sectio agar tidak ada kontak darah, kemudian setelah lahir anak tidak diberikan ASI. Dan dari pantauan sejauh ini semua anak yang lahir dari ibu positif HIV, bisa negatif HIV dengan langkah tersebut," paparnya 

Kendatipun demikian, pihaknya masih saja menemui kendala dalam hal penanganan HIV/AIDS di Tabanan, yakni persoalan diskriminasi terhadap ODHA. Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum paham akan apa saja hal yang membuat penyakit itu menular sehingga memilih untuk menjauh ODHA. "Padahal penyakit itu bisa menular dengan kontak darah, ASI dan cairan kelamin. Sedangkan kalau bergaul biasa itu tidak akan membuat menular, ini yang belum dipahami masyarakat," lanjut dr. Suratmika.

Maka dari itu, pihaknya terus menggiatkan Promkes agar masyarakat semakin memahami perihal HIV/AIDS itu. Apalagi tahun ini promkes Dinas Kesehatan Tabanan dibackup kendaraan penyuluhan kesehatan yang dilengkapi dengan toa, hingga proyektor untuk memberikan sosialisasi dan penerangan kepada masyarakat. "Dengan program-program kita ini diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Tabanan karena kita ingin 0 kasus baru, 0 kematian dan 0 diskriminasi,"imbuhnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia